Queen larang Donald Trump gunakan "We Will Rock You" untuk kampanye

Queen larang Donald Trump gunakan "We Will Rock You" untuk kampanye

Penyanyi Adam Lambert (ki) dan gitaris Queen Brian May tampil di panggung dalam Global Citizen Festival 2019 di Central Park, New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/9/2019). ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz/pri.

Jakarta (ANTARA) - Grup musik Queen melarang Donald Trump menggunakan lagu mereka, setelah “We Will Rock You” muncul dalan video kampanye pemilihan presiden baru AS tersebut.

Dilansir Aceshowbiz, Rabu, perwakilan dari Brian May dan Roger Taylor telah mengambil tindakan untuk mencabut penayangan video tersebut di Twitter.

Sebelumnya, Queen juga pernah berseteru dengan Trump saat kampanye presiden pada 2016 ketika Trump menggunakan lagu "We Are The Champions" tanpa izin dalam Konvensi Nasional Partai Republik.

Baca juga: Adam Lambert tak tahu soal album baru Queen

Baca juga: Rihanna minta Trump stop gunakan musiknya dalam kampanye


Gitaris Brian May kemudian merilis pernyataan yang mengutuk penggunaan lagu tersebut.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa izin untuk menggunakan lagu itu tidak diminta ataupun diberikan," kata May.

Queen bukan grup rock pertama yang mengambil tindakan terhadap Trump. Penyanyi Dee Snider sebelumnya mengungkapkan telah meminta tim kampanye Trump untuk berhenti menggunakan lagu "We Not Gonna Take It" selama kampanye.

R.E.M dan Aerosmith juga pernah menyerang Trump karena menggunakan lagu mereka dalam aksi unjuk rasa dan acara politik lainnya tanpa izin.

Baca juga: Anggota Queen peringati ulang tahun Freddie Mercury

Baca juga: Reaksi selebritas soal pemakzulan Trump

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TKN Jokowi-Amin: Ada strategi ala Trump untuk mendelegitimasi pemilu

Komentar