Seniman ASEAN-Korea lakukan pertukaran melalui pertunjukan seni

Seniman ASEAN-Korea lakukan pertukaran melalui pertunjukan seni

Seniman dari sejumlah negara ASEAN dan Korea Selatan melakukan pertunjukkan seni bersama atau Asia Traditional Orchestra (ATO) 2019 yang diselenggaran di beberapa kota pada 3 hingga 13 November. ANTARA/Indriani/am

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah seniman dari sejumlah negara Asia Tenggara atau ASEAN dan Korea Selatan melakukan pertukaran budaya melalui pertunjukan seni yang diselenggarakan di berbagai kota di Tanah Air.

"Ini merupakan upaya untuk mempromosikan pertukaran kebudayaan antara para artis dan musisi tradisional di Asia," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, di Jakarta, Kamis.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud bekerjasama dengan ASEAN menyelenggarakan beberapa pertunjukan kesenian yang juga melibatkan Korea Selatan bertajuk Asia Traditional Orchestra (ATO) 2019.

Baca juga: Pengamat: Menpar diharapkan mampu menggerakkan potensi seni budaya

Forum tersebut diselenggarakan di Bali pada 3-13 November 2019 dengan tema “Mempertahankan Keragaman.” Setiap negara diwakili oleh satu komposer, dua musisi berikut dua pemain alat musik, dan juga seorang penampil, yang memang ahli di bidang grup musik ataupun orkestra tradisional.

"Mereka akan terlibat di beberapa lokakarya di bidang musik di Jakarta dan Bali. Selanjutnya para seniman ini akan berkolaborasi dan mengimplementasikannya ke dalam sebuah proyek dengan keragaman musik tradisional dan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisional di Asia," kata Hilmar.

Selain itu, forum itu juga berkolaborasi dengan Korean Foundation, yang mana Korean Foundation akan memfasilitasi sejumlah tempat di Jakarta sebagai lokasi pertunjukan mereka.

Sedangkan Indonesia sebagai tuan rumah akan memfasilitasi sejumlah lokakarya di Jakarta dan Bali.

Hilmar menyebutkan inisiasi Indonesia sebagai tuan rumah dikarenakan ingin membuka hubungan lebih dalam kepada sesama seniman tradisional.

"Seperti kita ketahui seniman yang terlibat selama ini berasal dari ASEAN dan Korea Selatan. Namun kami mau menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya akan keberagaman seni budaya sehingga momen ini merupakan kesempatan untuk memperkenalkan dan menyajikan sekelumit dari keberagaman Indonesia," terang dia.

Melalui forum itu, Indonesia meminta dukungan penuh kepada Senior Official Meeting of Culture and Arts (SOMCA) agar konser Asia Traditional Orchestra ini dimasukkan dalam regulasi kerja sama ASEAN dengan Korea Selatan.

Saat ini para peserta Asia Traditional Orchestra telah berada di Jakarta dan juga telah melakukan pertunjukkan di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu malam.

Para seniman mengadakan konser pada acara “2019 Korea Festival in ASEAN: Asia Traditional Orchestra Concert” yang bertujuan untuk menyatukan Asia melalui pertunjukan musik.

"Kami berharap kegiatan sebesar ini akan berkelanjutan dan dilaksanakan di negara ASEAN lainnya. Bahkan Asia Traditional Orchestra ini diharapkan dapat dikembangkan dan diperkenalkan ke wilayah di luar negara ASEAN dan Korea," harap Hilmar.

Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar