SMF gandeng "marketplace" pasarkan produk investasi sasar milenial

SMF gandeng "marketplace" pasarkan produk investasi sasar milenial

Kepala Divisi Sekuritisasi dan Pembelian KPR, Sid Herdi Kusuma dalam media gathering di Yogyakarta, Minggu. (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Saat ini, pemasaran EBA SP baru melalui dua sekuritas, yakni BNI Sekuritas dan BCA Sekuritas, ke depan kami ingin gandeng marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia
Yogyakarta (ANTARA) - PT Sarana Multigriya Finance (SMF) akan menggandeng marketplace di Indonesia guna memasarkan produk investasi Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA SP) ritel untuk menyasar milenial.

"Saat ini, pemasaran EBA SP baru melalui dua sekuritas, yakni BNI Sekuritas dan BCA Sekuritas, ke depan kami ingin gandeng marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia," ujar Kepala Divisi Sekuritisasi dan Pembelian KPR, Sid Herdi Kusuma dalam media gathering di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengemukakan EBA ritel menyasar kalangan millenial dengan nilai investasi mulai dari Rp100.000 dengan bunga 8,75 persen per tahun. SMF menyiapkan sebesar Rp300 miliar untuk penjualan EBA ritel.

Baca juga: SMF siapkan penerbitan EBA SP Syariah

SMF, lanjut dia, secara aktif telah melakukan sosialisasi dan edukasi dengan membuka penjualan EBA SP ritel ke universitas, kementerian dan BUMN.

"Kita sudah dapat 250 new account (investor), kebanyakan mahasiswa. Rata-rata investasinya sekitar Rp300 ribu, memang kecil tapi tidak apa-apa yang penting ada repeat ke depannya," ucapnya.

Ia menambahkan dalam rangka melakukan sosialisasi dan edukasi, pihaknya memanfaatkan media sosial sebagai sarananya.

"Untuk milenial, cara edukasinya berbeda dengan institusi. Kita punya Program Rabu Investasi, kita sosialisasi dan edukasi melalui media sosial dan juga ada tim yang terjun langsung ke kampus-kampus," paparnya.

Sid Kusuma juga mengatakan bahwa selain pemasaran melalui marketplace, pihaknya juga akan menggandeng perusahaan digital yang sudah memiliki izin Agen Penjual Efek Reksa Dana (Aperd) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Pemerintah tambah PMN untuk SMF Rp2,5 triliun pada 2020

Ia mengakui untuk mengubah paradigma investor ritel untuk beralih dari tabungan atau deposito ke instrumen investasi pasar modal masih membutuhkan waktu.

"Itu menjadi tantangan, maka itu sosialisasi dan edukasi terus kita gencarkan mengenai instrumen EBA SP ini," katanya.

Sementara itu, Direktur SMF Heliantopo mengatakan pertumbuhan investor ritel dalam instrumen EBA SP memang relatif tidak terlalu cepat.

"EBA SP ritel itu proses, kita sosialisasi dan edukasi, itu jalan terus dan tumbuh meski kita tidak bisa berharap cepat hingga langsung ribuan orang. Namun sebenarnya, effort investor ritel itu besar," ucapnya.

Baca juga: PUPR ubah aturan uang muka rumah bersubsidi menjadi satu persen

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sensasi belanja murah di tempat mewah

Komentar