Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi didukung sektor energi

Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi didukung sektor energi

Ilustrasi: Seorang berjalan di layar pergerakan Bursa saham Jepang (reuters)

Tokyo (ANTARA) - Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, meskipun Wall Street melemah semalam, karena saham-saham terkait energi mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak dan menopang pasar yang lebih luas.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) terangkat 50,88 poin atau 0,22 persen, dari tingkat penutupan Kamis (21/11/2019), menjadi diperdagangkan di 23.089,46 poin. Indeks Nikkei turun 109,99 poin atau 0,48 persen menjadi 23.038,58 poin pada hari sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo menambahkan 2,18 poin, atau 0,13 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.691,56 poin. Indeks Topix kehilangan 1,73 poin atau 0,10 persen menjadi 1.689,38 poin pada Kamis (21/11/2019).

Saham-saham yang berhubungan dengan pertambangan, produk minyak dan batu bara, serta besi dan baja paling banyak membukukan keuntungan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.​​​​​​

Baca juga: Harga minyak naik ke tertinggi 2 bulan, dipicu pemangkasan OPEC Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) ke level tertinggi dalam hampir dua bulan, menyusul laporan Reuters bahwa OPEC dan sekutunya kemungkinan akan memperpanjang penurunan produksi hingga pertengahan 2020.

Minyak juga didukung tanda-tanda baru bahwa China telah mengundang negosiator perdagangan AS untuk pembicaraan babak baru.

Minyak mentah Brent naik 1,57 dolar AS atau 2,5 persen menjadi ditutup di 63,97 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,57 dolar AS atau 2,8 persen menjadi menetap pada 58,58 dolar AS per barel.

Baca juga: Pasar saham Australia dibuka naik di tengah sinyal beragam

Baca juga: Bursa Wall Street turun, investor tunggu kemajuan perdagangan AS-China


Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar