BKPM promosikan Indonesia dalam Bloomberg New Economy Forum 2019

BKPM promosikan Indonesia dalam Bloomberg New Economy Forum 2019

Logo - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). ANTARA/bkpm.go.id/pri.

Diharapkan ini memberikan kepastian yang lebih besar kepada para investor sehingga realisasi investasi dapat berjalan dengan cepat ke depannya,
Jakarta (ANTARA) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memanfaatkan forum skala internasional Bloomberg New Economy Forum (NEF) 2019 untuk mempromosikan investasi di Indonesia guna menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri.

Dalam siaran pers di Jakarta, Senin, Bloomberg NEF 2019 digelar di Beijing Yanqi Lake International Convention & Exhibiton Center (ICE) dan dihadiri oleh lebih dari 500 pemimpin pemerintah, politik, dan bisnis terkemuka.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo di Beijing, Senin, mengatakan sejumlah arah kebijakan investasi di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo periode kedua, khususnya soal pelimpahan wewenang kepada BKPM terkait proses dan penerbitan izin Kementerian/Lembaga serta penentuan kelayakan investor yang mendapatkan Tax Holiday dan Tax Allowance.

Diharapkan ini memberikan kepastian yang lebih besar kepada para investor sehingga realisasi investasi dapat berjalan dengan cepat ke depannya, tambahnya.

Baca juga: Kepala BKPM akan dampingi Jokowi temui 10 CEO korporasi Korea

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM Nurul Ichwan mengemukakan pengembangan dan perbaikan kebijakan yang diusung oleh pemerintah sekarang adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui peningkatan peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business (EODB) dan realisasi investasi, baik yang baru akan masuk maupun yang masih dalam proses realisasi.

Kami mengharapkan investasi yang berkualitas dan dapat mengembangkan pola kemitraan dengan UMKM lokal. Oleh karena itu, kami fokus untuk mengawal dan mempercepat realisasi investasi besar dan membentuk Satgas untuk memfasilitasi investor yang terkendala, jelasnya.

Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun menyebutkan sektor kendaraan listrik (electric vehicle) saat ini tengah diminati sejumlah investor China, salah satunya dari Nanning, dan sedang dalam penjajakan dengan beberapa perusahaan baterai EV.

Adanya rencana investor China dan Jepang untuk membuka industri EV/hybrid tentunya akan menarik investasi lebih banyak lagi di industri baterai, mengingat sumber daya nikel sebagai bahan utama baterai sangat melimpah di Indonesia, tambah Nurul.

Baca juga: BKPM sebut ada 190 kasus investasi, terbanyak terhambat perizinan

Ferry Unardi, founder Traveloka, sebagai salah satu peserta sesi juga menyampaikan perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat signifikan dan terdapat banyak sektor potensial yang masih dapat digarap oleh investor, tidak hanya online travel dan e-commerce attau ride hailing seperti Gojek, tetapi juga edukasi dan kesehatan.

Sektor potensial dan model bisnis dalam digital economy perlu didasarkan pada consumer trend di Indonesia, khususnya yang dapat mengintegrasikan seluruh services untuk memenuhi kebutuhan konnsumen di saat ini dan masa mendatang, tambahnya.

Ferry juga meyakinkan para peserta bahwa pemerintah Indonesia saat ini telah memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan digital economy di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang siap dengan era ekonomi baru melalui pendidikan vokasi dan pusat riset.

Baca juga: BKPM siap bantu e-commerce China kembangkan bisnis di Indonesia
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden beri waktu satu bulan selesaikan kebijakan permudah investasi

Komentar