Muktamar Ahlulbait diharapkan hasilkan program pembangunan bangsa

Muktamar Ahlulbait diharapkan hasilkan program pembangunan bangsa

Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Juraidi memukul gong pembukaan Muktamar Ahlulbait Indonesia di Jakarta, Jumat(29/11/2019. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama RI berharap Muktamar Ahlulbait Indonesia yang ketiga dapat menghasilkan beragam program dan ide untuk perkuat kemajuan pembangunan bangsa.

"Atas nama pemerintah Kemenag menyambut baik muktamar ini sebagai bagian dari ormas Islam dan diharapkan berkontribusi khususnya di bidang keagamaan," kata Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Juraidi di Jakarta, Jumat.

Program yang diharapkan tersebut dapat berupa pembudayaan sebuah ide dari ormas Ahlulbait Indonesia termasuk dalam berbagai konsep kebudayaan atas sesuatu yang dianggap baik.
Baca juga: Izin Ormas FPI masih dikaji, ini kata Mendagri
Baca juga: Kementerian Agama gandeng NU dan Muhammadiyah lakukan deradikalisasi


Lebih luas, dalam konteks keindonesiaan, pancasila merupakan salah satu contoh dari hasil kebudayaan yang baik dan digali dari Tanah Air. Bahkan lambang negara ini merangkai semua budaya.

"Jadi hal-hal seperti itu harus kita pertahankan sebab dianggap baik, sama halnya dengan tujuan muktamar ini," katanya.

Menurutnya, banyak hal bisa dijadikan budaya oleh ormas Islam salah satunya selawat yang merupakan perintah agama. Kemudian, contoh lainnya yaitu budaya khatam Al Quran.

Pemerintah melalui kementerian terkait mendorong hal-hal semacam itu untuk dapat terus dibudayakan oleh masyarakat mulai dari anak usia dini hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Baca juga: Aksi Mujahid 212 ajak umat Islam suarakan NKRI

"Jangan sampai nanti anak Indonesia kehilangan akar budayanya sendiri," katanya.

Apalagi untuk anak didik yang sekolah ke luar negeri, tentunya penting untuk terus diedukasi mengenai penanaman nilai-nilai kebudayaan Tanah Air. Sebab, dikhawatirkan mereka hanya fokus pada akademik sehingga lupa dengan jati diri bangsa.

Pada muktamar Ahlulbait Indonesia ketiga tersebut, terdapat sejumlah pembahasan dan usulan untuk kemajuan bangsa terutama berkaitan dengan maraknya gejala intoleransi, radikalisme, primordialisme hingga terorisme yang dikaitkan dengan isu penyalahgunaan tafsir teks keagamaan dan kekuasaan.

Semua gejala dan isu tersebut dibarengi dengan kecenderungan memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai luhur pancasila sebagai ideologi bangsa pada semua level kehidupan.
Baca juga: Majelis Ormas Islam: Waspadai gerakan Islamphobia dan radikalisme

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan massa ikuti aksi bela muslim Uighur

Komentar