600 personel gabungan amankan Natal-Tahun Baru di Timika

600 personel gabungan amankan Natal-Tahun Baru di Timika

Kepala Polres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata. ANTARA/Evarianus Supar

Timika (ANTARA) - Sebanyak 600 personel gabungan TNI-Polri ditambah unsur organisasi kemasyarakatan lainnya dilibatkan dalam pengamanan ibadah Natal hingga Tahun Baru di wilayah Timika.

Kepala Polres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata, di Timika, Kamis, mengatakan, keterlibatan berbagai ormas seperti Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB, Pramuka, Senkom, Orari, dan sejumlah paguyuban dalam membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan kondusif bagi umat kristiani yang akan melaksanakan misa dan kebaktian.

Baca juga: 1.100 Personel gabungan siap amankan Natal dan Tahun Baru di Jember

"Kami mengimbau masyarakat Mimika agar selama Desember ini tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kedamaian dan keamanan sehingga perayaan Natal 2019 hingga Tahun Baru 2019 berlangsung dalam suasana yang kondusif," ujar dia.

Guna membantu memperlancar arus mudik penumpang yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru di luar Timika maupun yang akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya, Polres Mimika membuka pos gabungan TNI-Polri ditambah unsur ormas pada enam titik di sekitaran Kota Timika.

Baca juga: Polres Jayapura siagakan 500 personel amankan Natal dan tahun baru

Pos gabungan itu ditempatkan di depan Diana Supermarket Jalan Budi Utomo, Bandara Mozes Kilangin (bandara lama dan bandara baru), Pelabuhan Pomako serta pertigaan SP2-SP3.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya tindak pidana selama masa Natal hingga Tahun Baru, Polres Mimika juga membuka pos deteksi berkoordinasi dengan 59 Pos Kamling yang berada di kawasan sekitaran Timika.

Melalui pembukaan pos deteksi dimaksud, diharapkan kasus kriminalitas di Timika bisa ditekan selama masa Natal hingga Tahun Baru.

Adapun pengamanan ibadah Natal dan Tahun Baru di gereja-gereja setempat difokuskan pada sejumlah gereja besar dengan jumlah jemaat yang banyak seperti di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.

"Fokus kami di gereja-gereja besar seperti Gereja Katedral. Untuk gereja-gereja kecil kami akan libatkan potensi pengamanan dari Linmas dan anggota-anggota Babinkamtibmas dan Babinsa," kata dia. 

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar