Santai sore ditemani cokelat dari penjuru Indonesia

Santai sore ditemani cokelat dari penjuru Indonesia

Cokelat Aceh, Flores dan Bali di Le Chocolat Lounge, hotel Pullman, Jakarta. (ANTARA/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Bersantai menikmati petang bersama teman-teman terasa asyik bila ditemani dengan camilan manis dan minuman cokelat yang menciptakan rasa bahagia.

Anda bisa mencoba tiga jenis cokelat single origin dari Aceh, Bali dan Flores sambil mengunyah camilan khas Tanah Air, lengkap dengan saus cokelat yang lezat, di Le Chocolat Lounge, hotel Pullman, Jakarta.

Set menu serba cokelat (Rp70.000++) ini adalah hasil kolaborasi dengan Pipiltin Cocoa, merek cokelat dari Indonesia.

Cokelat Aceh, Bali dan Flores disajikan dalam gelas mini yang bisa diminum dalam seteguk. Disediakan pula segelas air mineral dan soda untuk “membersihkan” lidah agar bisa mencicipi perbedaan rasa dari tiap gelas.

Co-Founder Pipiltin Cocoa Tissa Aunilla mengemukakan cokelat punya cita rasa berbeda tergantung dari mana bijinya berasal, serupa dengan kopi.

Ada yang dominan rasa pahit, ada yang punya aftertaste fruity hingga nutty. Setelah menikmati gelas berisi cokelat murni, Anda bisa mencocol semangkuk camilan khas Indonesia, keripik singkong dan keripik pisang, dengan lelehan cokelat dari Bali.

Keripik rasa manis dan asin itu sama-sama enak saat dipadukan dengan lelehan cokelat Bali yang lebih fruity dan creamy ketimbang dua jenis cokelat lainnya.

Tissa berharap menu baru ini dapat semakin membuka wawasan mengenai cokelat Indonesia. Cokelat tak selalu harus disantap dalam bentuk batangan, tapi bisa disesap dalam secangkir minuman panas, juga dicocol dengan beragam kudapan.

“Cokelat enggak cuma bisa dimakan dalam bentuk chocolate bar, tapi bisa dengan bentuk macam-macam,” ujar dia.

Baca juga: Cicipi cokelat "hutan jamur" dan panna cotta Sakura dari Osaka

Baca juga: Ini tujuh makanan pilihan yang baik dikonsumsi setelah berlari

Baca juga: Resep brownies cokelat dengan sentuhan Selandia Baru

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Desa Coklat Bali ajak wisatawan mengolah cokelat dari pohonnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar