Kawasan industri di Pekanbaru mampu buka 155.000 lapangan kerja baru

Kawasan industri di Pekanbaru mampu buka 155.000 lapangan kerja baru

Ilustrasi. Wali Kota Pekanbaru Firdaus (kiri) berdiskusi dengan Ketua FPI Pekanbaru M Al Husni Thamrin. (ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru)

Peluang sebanyak 155 ribu lapangan kerja baru itu bakal disediakan perusahaan skala nasional
Kota Pekanbaru (ANTARA) - Keberadaan Kawasan Industri Tenayan (KIT) seluas 266 hektare diyakini mampu memberikan 155 ribu unit lapangan kerja baru terkait areal ini sangat potensial, untuk pengembangan berbagai sektor industri.

"Pengembangan berbagai sektor industri diyakini cukup potensial apalagi KIT masuk dalam 14 kawasan industri strategis untuk Pulau Sumatera, sedangkan untuk Provinsi Riau, tercatat dua daerah yang masuk menjadi kawasan strategis itu yaitu Pekanbaru di Tenayan Raya dan Kabupaten Siak di Tanjung Buton," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus kepada media di Pekanbaru, Rabu.

Menurut dia, untuk mendukung pembukaan lapangan kerja baru tersebut maka Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggiatkan pembangunan KIT yang sekaligus menjadi bagian dari RPJMN 27 kawasan industri strategis nasional, sehingga Pekanbaru optimistis Pekanbaru menjadi proyek strategis nasional 2020.

Ia menyebutkan, keberadaan KIT ke depan sekaligus sebagai peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang mengakibatkan akan munculnya kawasan perkotaan baru berikut dibarengi dengan munculnya lapangan pekerjaan baru.

"Peluang sebanyak 155 ribu lapangan kerja baru itu bakal disediakan perusahaan skala nasional, lokal dan asing untuk bidang tekhnik disediakan pada areal seluas 1.500 hektare sesuai wilayah perencanaan RPJMN. Selain itu juga akan terbuka lapangan pekerjaan dari sektor informal lainnya," katanya.

Untuk mendukung KIT ini, katanya berharap perlu koordinasi yang kuat dari semua pihak apalagi KIT sudah dicanangkan sejak 26 tahun lalu. Kini keberadaan KIT sudah banyak dilirik investor untuk berinvestasi.

Menurut dia, menjadi salah satu kawasan industri strategis nasional untuk wilayah Sumatera, tentu akan banyak tahapan dan persyaratan yang mesti dipenuhi seperti melengkapi sarana dan prasaran pendukung layaknya sebagai kawasan industri.

Selain itu katanya menyebutkan, sarana dan prasarana pendukung dibutuhkan sebagai bentuk memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi apalagi dengan ditetapkannya KIT sebagai kawasan strategis nasional, peluang KIT untuk segera berkembang sangat besar.

"Dari 266 hektare lahan KIT itu tercatat masih ada sekitar 260 hektare lahan KIT yang siap untuk dibangun, sedangkan persiapan sarana infrastruktur sudah hampir tersedia maksimal, seperti sarana listrik dan air," katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan jalan akses khususnya pembangunan jalan lingkar luar dari Jalan 70 menuju KIT sampai ke jalan tol Pekanbaru Dumai sudah dimatangkan. 

Baca juga: Bahlil: Harga tanah di kawasan industri tak lebih dari Rp200 ribu/m2
Baca juga: Wilmar jadi pelanggan PLN Riau dengan daya tertinggi 60 juta VA

Pewarta: Frislidia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar