RSUP Kepri bantah tangani pasien terpapar corona asal China

RSUP Kepri bantah tangani pasien terpapar corona asal China

Gedung RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/Ogen

pasien negatif virus Corona, hanya ISPA
Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Kepri membantah menangani pasien terpapar virus Corona, sebagaimana kabar yang beredar di chat grup WhatsApp, Minggu (26/1).

Plt Direktur RSUP Kepri, Elfiani Sandri di Tanjungpinang, Senin, menyatakan bahwa sampai saat ini, tidak ada pasien terkena virus mematikan tersebut.

"Jadi tidak benar hal itu. Untuk masalah chat grup WhatsApp hanya sepotong saja screnshootnya, sambungan pesan itu sudah dijelaskan lagi, bahwa tidak ada," katanya.

Baca juga: DPRD Jabar prihatin kasus pasien terduga virus corona di RSHS Bandung
Baca juga: Pekerja bongkar muat Pelabuhan Sampit diminta waspadai virus corona


Dia menjelaskan, pada Minggu pagi kemarin memang ada pasien anak laki-laki berusia 3 tahun, asal negara China yang berobat di RSUP, namun, pasien hanya menderita ISPA.

Dia mengatakan, pasien didampingi pihak keluarga datang sendiri ke RSUP untuk mengecek sakit tenggorokan yang dideritanya.

Lebih lanjut, ia menyebut pasien menjalani pemeriksaan dan observasi di ruang isloasi khusus (Corona). Karena masuk dalam kategori pengawasan.

"Setelah diperiksa, pasien negatif virus Corona, hanya ISPA. Langsung kita pulangkan hari itu juga, ia dan keluarga menginap di Lagoi Bay, Bintan untuk berwisata," jelasnya.

Baca juga: Berjangkitnya virus corona bakal hantam ekonomi Singapura tahun ini
Baca juga: Pemprov Kepri awasi ketat pelabuhan dan bandara, antisipasi Corona


Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, menyayangkan beredarnya potongan screnshoot tersebut.

Dia katakan, penyebarluasan informasi awal mengenai adanya pasien terindikasi virus Corona itu pertama kali disebar oleh pegawai RSUP melaui grup WhatsApp ke teman terdekat, kemudian kabar ini meluas hingga ke media sosial seperti Facebook dan Instagram.

"Ini murni kelalaian pegawai RSUP. Kita akan benahi, apalagi terkait virus ini sudah mendunia. Jangan sampai kita membuat resah orang," sebutnya.

Baca juga: RSHS belum pastikan dua pasien isolasi terpapar virus corona
Baca juga: Komisi I minta pemerintah pastikan evakuasi WNI di Wuhan, China
Baca juga: Menhub perintahkan perketat pemeriksaan bandara terkait virus corona




 

Pewarta: Ogen
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub perkirakan jumlah penumpang meningkat 20 persen saat libur panjang akhir Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar