New York (ANTARA News) - Pihak berwenang AS menyatakan, Senin, mereka akan melikuidasi perusahaan Bernard L. Madoff, Investment Securities LLC di New York, menyusul penahanannya akibat dugaan melakukan penipuan yang merugikan para investor dengan nilai 50 miliar dolar. Korporasi Perlindungan Investor dan Sekuritas (SIPC), yang memberikan dana cadangan khusus dengan otorisasi Kongres untuk membantu para investor pada berbagai perusahaan pialang bermasalah, menyatakan pihaknya akan membubarkan perusahaan Madoff. "Berdasarkan informasi dari Komisi Bursa Saham dan Sekuritas AS dan Otoritas Industri Finansial, jelas bahwa para nasabah perusahaan Madoff membutuhkan perlindungan yang dibenarkan menurut undang-undang Federal," kata Presiden dan CEO SIPC, Stephen Harbeck, dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan AFP. Sejumlah perusahaan raksasa keuangan global, Senin, telah mengakui mereka kemungkinan mengalami kerugian besar akibat bisnis  skema piramida yang dikelola Madoff, seorang tokoh kawakan di bursa saham Wall Street. Madoff (70 tahun) ditahan Kamis lalu dan kabarnya mengaku telah menipu para investor dengan nilai 50 miliar dolar dalam bisnis dengan iming-iming untung besar, menyusul langkah para nasabah yang meminta uang mereka kembali akibat krisis finansial global. Otoritas AS menduga Madoff secara konsisten memberikan imbal hasil yang besar kepada para nasabahnya dengan menggunakan secara diam-diam uang dari investor baru dalam praktek bisnis yang disebut "penipuan piramida". Sistem bisnis skema piramida atau lebih terkenal didunia sebagai Ponzi Scheme, karena memang dilakukan pertama kali oleh Ponzi sendiri, adalah sebuah sistem bisnis dimana Ponzi memberikan komisi kepada si A dengan cara menerima setoran dari si B,C, dan seterusnya. Pada akhirnya susunan piramida membengkak di bawah, sedangkan yang diuntungkan hanya di posisi puncak yang jumlahnya segelintir saja. Ibaratnya, masuk kantong kiri keluar kantong kanan. Akhirnya,  apabila kantong kiri tidak diisi terus menerus, maka kantong kanan akan jebol karena tak bisa membayar komisi yang dijanjikan. Skema ini tampaknya terus berjalan selama Madoff berhasil menarik investor baru, namun kedoknya terbongkar ketika beberapa nasabahnya menarik investasinya. Mereka hanya mendapatkan bahwa koper Madoff yang seolah-olah penuh, ternyata hanya kosong melompong. Pengadilan Negeri AS telah menunjuk Irvin Picard sebagai pengawas dalam likuidasi perusahaan pialang itu. "Picard adalah orang yang sarat pengalaman dalam masalah ini dan SIPC dan Picard akan berusaha keras mengembalikan aset kepada para nasabah segera mungkin", kata Harbeck.       IMF terkejut Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn, mengatakan dirinya merasa terkejut dengan kegagalan para regulator AS dalam mengidentifikasi dan mencegah praktek penipuan ini.      "Yang mengagetkan bukannya ada banyak pencuri dalam sistem itu, masalahnya adalah kemana saja polisi?, katanya. Sungguh mengejutkan mendengar anda hidup dalam sistem dimana kegagalan sistem regulasi begitu besar, katanya dalam jumpa pers di Madrid.  (*)     

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008