NTT tidak terapkan "lockdown" tapi perketat masuknya pelintas batas

NTT tidak terapkan "lockdown" tapi perketat masuknya pelintas batas

Wagub NTT Josef Nae Soi (kanan) mencuci tangan menggunakan cairan "hand sanitizer saat berkunjung ke kantor wilayah kemenkuham NTT. (Antara/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan bahwa pemerintah provinsi tidak menutup atau "lockdown" daerah itu dari negara tetangga Timor Leste, tetapi hanya akan memperketat serta menyeleksi para pelintas batas yang masuk ke provinsi berbasis kepulauan itu.

"Kan pak Presiden sudah menegaskan bahwa 'lockdown' itu kebijakan pemerintah pusat. Nah kami memperketat untuk menyeleksi orang yang datang dan kita akan siapkan alat yang modern untuk mengecek orang-orang yang masuk ke NTT," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (18/3).

Ia mengatakan hal itu terkait dengan rencana pemerintah provinsi untuk menutup seluruh akses masuk ke provinsi itu dari negara tetangga Timor Leste khususnya untuk mencegah masuknya virus COVID-19.

Orang nomor dua di NTT itu mengatakan bahwa walaupun keputusan penutupan itu berada di tangan pemerintah pusat, pihaknya juga akan tetap memantau kondisi yang ada di NTT itu.

"Kami akan tetap lihat kondisi di sini dan terus melaporkan ke pemerintah pusat. Kami tidak ingin masyarakat kami ditularkan oleh virus yang sampai saat ini kita tidak tahu dari mana ia berasal dan juga belum ada vaksinnya, " tambah dia.

Saat ini yang sedang dilakukan pemerintah provinsi adalah mengantisipasi masuknya virus itu. Masyarakat diimbau untuk tidak perlu panik berlebihan tetapi tetap waspada, dengan cara tetap menjaga kebersihan lingkungan dan pribadi masing-masing.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pengetatan bagi pelintas batas yang masuk melalui pos Lintas Batas Negara (PLBN) hanya dikhususkan bagi pelintas batas yang mempunyai kepentingan yang sangat mendesak.

"Jadi siapapun itu pelintas batas yang masuk melalui PLBN akan tetap diperiksa dan ditanyai keperluan apa memasuki NTT, jika urgen sekali boleh masuk, tetapi kalau hanya melintas akan dilarang, " tambah dia.

Wagub menegaskan pihaknya harus tetap tunduk pada regulasi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Anggota DPR: Perketat WNA masuk Indonesia

Baca juga: Pelindo II pastikan operasional tetap normal

Baca juga: Masjid Istiqlal Jakarta tetap laksanakan ibadah shalat Jumat

Baca juga: TNI-Polri perlu dilibatkan atur "social distancing" redam corona

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gugus tugas Kota Bandung tinjau kesiapan penerapan mini lockdown

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar