KBRI Vientiane jamin persediaan logistik WNI cukup selama karantina

KBRI Vientiane jamin persediaan logistik WNI cukup selama karantina

Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo menyampaikan imbauan ke warga negara Indonesia yang menetap di Laos, di KBRI Vientiane, Senin (30/3/2020). Salah satu isi imbauan, Pratito meminta WNI agar tetap berada di rumah dan mematuhi aturan karantina wilayah yang ditetapkan Pemerintah Laos demi menekan penyebaran COVID-19. (ANTARA/HO-KBRI Vientiane)

Jakarta (ANTARA) - Logistik dan alat kesehatan pribadi untuk ratusan warga negara Indonesia di Laos tersedia dalam jumlah yang cukup selama pemerintah setempat menetapkan karantina wilayah dan menutup perbatasan sejak 30 Maret sampai 19 April, kata Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

KBRI Vientiane juga telah mempersiapkan persediaan logistik, termasuk di antaranya sembilan bahan pokok (sembako) untuk WNI dan staf kantor perwakilan RI guna mengantisipasi kelangkaan selama karantina wilayah berlaku.

"KBRI juga menyiapkan masker, disinfektan, dan hand sanitizer untuk internal, tetapi jumlahnya sangat terbatas," terang Dubes Pratito.

Menurut catatan KBRI Vientiane per Maret tahun ini, ada sekitar 241 warga negara Indonesia yang menetap di Laos. Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja.

Walaupun demikian, otoritas di Laos telah menjamin persediaan logistik selama karantina, mengingat pelaku usaha di bidang pangan dan distribusi logistik masih diperbolehkan beroperasi.

"Persediaan logistik di Vientiane/Laos masih tersedia, tetapi jumlahnya terbatas. Toko/supermarket masih diijinkan buka. Kelangkaan bahan makanan tidak ada di Laos," terang dia, seraya menjelaskan, pemerintah setempat memberi izin petani, perusahaan pengolah makanan, distributor, pengelola restoran dan kafe, serta supermarket dan minimarket tetap beroperasi selama karantina wilayah berlangsung.

Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith pada 30 Maret memberlakukan karantina wilayah di seluruh wilayah, menutup perbatasan, serta melarang warga negara asing masuk ke negara itu.

Akan tetapi, akses masuk dan keluar logistik masih diberikan oleh otoritas setempat.

Pemerintah Laos melaporkan kasus pertama penularan COVID-19 pada minggu lalu pada dua warganya. Dua pasien itu memiliki riwayat perjalanan ke Kamboja dan Thailand.

Menurut Worldometers, laman penyedia data statistik independen, per hari ini (1/4), jumlah pasien positif COVID-19 di Laos mencapai sembilan orang. Otoritas setempat belum melaporkan kasus kematian akibat COVID-19.

Baca juga: Laos karantina wilayah, KBRI Vientiane bentuk satgas COVID-19
Baca juga: Menlu ASEAN dan China akan bahas COVID-19 di Laos

 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ikan hias menjadi pilihan penghilang rasa bosan selama WFH

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar