Bahlil serahkan 50 ribu alat tes COVID-19 ke BNPB dan RS BUMN

Bahlil serahkan 50 ribu alat tes COVID-19 ke BNPB dan RS BUMN

Sebanyak 50 ribu PCR diagnostic test kit bantuan dari LG kepada Indonesia untuk penanganan COVID-19. (ANTARA/HO BKPM)

Ini bantuan tahap pertama dan ada beberapa investor Korea juga yang akan memberikan bantuannya pada proses berikutnya
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia secara resmi menyerahkan bantuan sebanyak 50 ribu PCR (polymerase chain reaction) "diagnostic test kit" bantuan dari empat perusahaan LG yang beroperasi di Indonesia kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian BUMN, di Jakarta, Senin.

Bantuan tersebut tiba dari Korea Selatan, Minggu (5/4) dan akan segera didistribusikan ke sejumlah daerah dan rumah sakit BUMN.

"Ini bantuan tahap pertama dan ada beberapa investor Korea juga yang akan memberikan bantuannya pada proses berikutnya. Siang ini kami sebagian kita serahkan ke BNPB, sebagian kita serahkan ke rumah sakit yang dikelola BUMN," katanya dalam penyerahan bantuan yang ditayangkan melalui konferensi video di Jakarta, Senin.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan Menteri BUMN Erick Thohir, Inspektur Utama BNPB Tetty Saragih, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI Robi Toni dan President Director LG International Lee Chang Hyun.

Bahlil menjelaskan nantinya dari 50 unit PCR diagnostic test kit, sebanyak 20 ribu akan dikirimkan ke BPOM, sebanyak 5 ribu unit dikirim ke Jawa Barat atas permintaan Gubernur Jawa Barat, sebanyak 20 ribu unit dikirimkan ke rumah sakit BUMN, dan sisa 5 ribu buah akan didistribusikan ke Bekasi dan Depok.

"Itu untuk meng-cover teman-teman yang sudah menyampaikan. Di sana juga pabrik teman-teman pengusaha Korea, agar dipercepat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick menjelaskan sebanyak 35 dari 65 rumah sakit BUMN sudah siap menangani pasien COVID-19.

Ia juga merinci secara total rumah sakit BUMN memiliki 7.000 tempat tidur di mana 2.411 tempat tidur diperuntukkan untuk menangani pasien COVID-19.

Erick mengaku terus berupaya melakukan pengadaan untuk memenuhi kebutuhan guna penanganan COVID-19, baik berupa pengadaan mandiri atau sumbangan.



Baca juga: Minggu, 50.000 alat tes COVID-19 donasi perusahaan Korsel tiba
Baca juga: Bahlil optimistis realisasi investasi tetap tumbuh di tengah COVID-19
Baca juga: Pabrik didorong percepat produksi APD untuk tenaga kesehatan

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar