London (ANTARA News/AFP) - Harga saham di London, Paris, New York dan di Asia terhuyung-huyung pada perdagangan Selasa waktu setempat,di tengah keraguan meragukan tentang prospek `rebound` (berbalik naik) ekonomi jelang pertemuan Federal Reserve AS di Washington.

Perdagangan di bursa-bursa saham Eropa juga digambarkan kurang menonjol, dengan para investor mengambil posisi netral jelang rilis hasil kuartal kedua dari perusahaan-perusahaan.

Di London, indeks FTSE 100, merosot 0,10 persen menjadi ditutup pada 4.230,02 sementara di Paris, indeks CAC 40, turun 0,21 persen menjadi berakhir pada 3.116,82. Di Frankfurt, indeks Dax bergerak dalam arah berlawanan, bertambah 0,29 persen menjadi ditutup pada 4.707,15 poin.

Bursa saham lainnya di Eropa, terdapat kenaikan 0,92 persen di Brussel, 0,11 persen di Madrid dan 0,21 persen pada Swiss Market Index. Sedangkan harga saham di Milan jatuh 0,42 persen.

Saham-saham AS bergerak melemah, mempertahankan suasana lesu (bearish) baru-baru ini jelang pertemuan komite kebijakan Federal Reserve pada Selasa dan Rabu yang diharapkan menawarkan pembaruan prospek untuk pemulihan resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,24 persen pada pertengahan hari pada 8.319,13, sehari setelah mencatat aksi jual terbesar satu hari sejak 20 April. Indeks saham teknologi dominan Nasdaq turun 0,22 persen menjadi 1.760,47.

Kegelisahan luar biasa jelang rapat Federal Reserve dan juga lebih rendahnya dari perkiraan penjualan rumah dan penundaan penerbangan dan pengiriman Dreamliner oleh Boeing untuk kelima kalinya telah mengurangi sentimen pasar.

"Pedagang tetap dalam pola bertahan di seluruh papan jelang pernyataan kebijakan moneter Fed," kata Yusuf Hargett dari Schaeffer`s Investment Research.

Pasar diperkirakan mengukur cermat komentar Federal Reserve setelah pertemuan dua hari yang dapat memberikan petunjuk waktu dan kekuatan dari suatu pemulihan ekonomi.

Meskipun badan yang membuat kebijakan bank sentral AS diperkirakan luas mempertahankan suku bunga federal fund pada hampir nol persen, beberapa analis mengharapkan beberapa komentar pada arah kebijakan moneternya.

The Fed telah mengambil langkah-langkah radikal untuk membanjiri sistem dengan uang untuk mendorong perekonomian yang telah mengalami kontraksi mengontrak sejak Desember 2007

Pasar mencari sinyal dari the Fed tentang bagaimana dan kapan ia akan mengurangi langkah-langkah ini.

Sentimen di Eropa masih dipengaruhi oleh Bank Dunia yang pada Senin menurunkan perkiraan pertumbuhan 2009 untuk negara-negara berkembang menjadi 1,2 persen dari sebelumnya diperkirakan 2,1 persen.

Tanpa China dan India, kata bank, output (produksi) akan menyusut 1,6 persen pada tahun ini.

"Orang-orang sedikit terkejut" oleh penurunan tersebut, ujar Chris Blair, perdagangan ritel Patersons untuk Sydney.

Barclays Capital menyuarakan kekhawatirannya bahwa kemungkinan melemahnya permintaan dari China akan terus menurunkan sentimen.

Faktor yang mendorong pasar terbesar adalah kelemahan "spekulasi sekitar kemungkinan sebuah pelambatan pembelian komoditas impor impor di China," kata bank investasi.

"(Kami merasa) ini satu-satunya risiko kecenderungan turun terbesar, terutama untuk harga logam dan pertanian. Ada beberapa sinyal awal bahwa permintaan China mulai surut."

Di London grup pertambangan Anglo American turun 2,71 persen menjadi 1.652 pence setelah pada hari Senin menolak sebuah proposal merger dari Swiss Xstrata saingannya.

Di Paris, berlanjutnya ketakutan tentang kesehatan bank-bank Eropa menekan saham sektor keuangan. "Masih ada sedikit kekhawatiran tentang bank-bank," kata analis dari Turgot Alice Lhahouz Manajemen Aset.

Para investor menampilkan lebih yakin di Frankfurt, mengambil hati dari indeks baru-baru ini yang menyatakan resesi Jerman dapat berkurang.

Produsen otomotif Daimler naik 3,06 persen menjadi 25,09 setelah menerima apa yang dikatakan pedagang sebagai pesanan besar.

Grup baja Salzgitter bertambah 3,77 persen mencapai 59.96 euro, setelah UBS menaikkan rekomendasi sahamnya dari "menjual" menjadi "netral." (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009