Jakarta (ANTARA News) - Calon Presiden Dr Rizal Ramli, di Jakarta, Kamis pagi sekitar pukul 09.45 WIB, memulai berjalan kaki menuju Mabes Polri, terkait pemanggilan dirinya sebagai tersangka dalam kasus penolakan kenaikan harga BBM.

"Meskipun tuduhan sebagai tersangka kasus penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu sangat politis, namun saya tetap akan mengunjungi Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri)," katanya kepada ANTARA.

Calon presiden (Capres) yang dijuluki "pemimpin perubahan" ini bertolak dari lobi Hotel Ambhara, diiringi sejumlah pendukung berpakaian putih yang membawa bunga dan merpati sebagai simbol perdamaian.

Jurubicara Capres Dr Rizal Ramli, Adhie Massardi, menambahkan pihaknya akan tetap menghadapi proses hukum yang diajukan.

"Walaupun sebagaimana telah berulang kami jelaskan, kasus ini sangat bernuansa politis," kata Adhie Massardi lagi.

Sebagaimana diberitakan berbagai media sebelumnya, kasus ini berawal dari adanya demo besar-besaran ketika Pemerintah RI mengumumkan kenaikan harga BBM, antara lain jenis premium dari Rp4500 menjadi Rp6000 per liter pada medio 2008 lalu.

Demonstrasi yang memicu aksi kekerasan di kawasan Semanggi itu antara lain mengakibatkan beberapa kendaraan dirusak massa.

Oleh tim penyidik, Dr Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian dalam Kabinet Presiden KH Abdurrahman Wahid, dianggap `terlibat`, dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka. (*)

Copyright © ANTARA 2009