Malang (ANTARA News) - Persatuan sepak Bola (Persema) Malang, Jawa Timur, dalam laga kandang keduanya mampu menundukkan tim tamunya PSPS Pekanbaru 3-2 pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar di Stadion Gajayana, Minggu petang.

Tiga gol Persema yang mengoyak gawang PSPS yang dikawal Fance Hariyanto itu dilesakkan oleh Jairon Feleciano pada menit ke-3 dan dua gol lainnya masing-masing dipersembahkan Brima Pepito Sanusi pada menit ke-49 dan Robby Gaspar pada menit ke-53 dari titik penalti.

Sementara kedua gol balasan PSPS Pekanbaru yang bersarang ke gawang Persema yang dikawal oleh I Komang Putra itu diborong oleh Herman Dzumafo masing-masing pada menit ke-14 dan ke-28.

Setelah "kick off" 45 menit babak pertama, para pemain Persema langsung menggebrak dan menekan jantung pertahanan PSPS. Laju permainan para pemain asuhan Subangkit itu tak mampu dibendung oleh lini pertahanan PSPS Pekanbaru dan pada menit ke-3 mantan pemain Persebaya Surabaya itu mampu menjebol gawang Fance Hariyanto setelah mendapatkan umpan dari Siswanto.

Karena asyiknya melakukan serangan dan terus menerus melakukan tekanan, para pemain Persema lupa dengan pertahanannya yang akhirnya kebobolan dan lahirlah gol balasan 11 menit kemudian setelah gol pertama Persema. Pada menit ke-14 Dzumafo mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui "heading" yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persema I Komang Putra.

Dalam kedudukan sama 1-1, PSPS maupun Persema semakin meningkatkan tempo permainannya. Namun, para pemain Persema kembali mengulang kesalahannya, membuka ruang dengan intensif melakukan serangan dan membiarkan lini belakang kosong, sehingga begitu ada kesempatan Dzumafo kembali mampu mengoyak gawang I Komang Putra.

Gol kedua Dzumafo pada menit ke-28 itu membuat tim tuan rumah tertinggal 1-2 atas lawannya. Hingga peluit panjang wasit M Agus sebagai tanda babak pertama berakhir, Persema tetap tertinggal 1-2.

Memasuki 45 menit babak kedua, pelatih Subangkit mengubah pola permainan dan strategi yang diterapkan PSPS Pekanbaru yang mengawal lini pertahanannya dengan ketat dan mengunci ruang gerak "striker" Persema, Brima Pepito Sanusie sehigga pada babak pertama tak bisa mengembangkan permainannya.

Strategi dan taktik yang diperagakan tim berjuluk "Laskar Ken ARok" itu ternyata mampu menghidupkan lini perlini dan dengan mudah bisa menembus jantung pertahanan PSPS Pekanbaru sehingga melahirkan gol kedua bagi Persema melalui heading Brima Pepito Sanusie pada menit ke-49.

Kedudukan 2-2 tak membuat tim tuan rumah maupun tim tamu (PSPS) menurunkan tempo permainan. Apalagi, setelah Banaken Bosoken "hands ball" di kotak 16 Persema dan melahirkan tendangan tendangan pinalti bagi tuan rumah pada menit ke-53 dan melahirkan gol membuat PSPS semakin "garang".

Selama 90 menit pertandingan, wasit M AGus mengeluarkan tiga kartu kuning yang masing-masing dihadiahkan untuk Daniel Junaedi (PSPS Pekanbaru) dan M Kamri serta Robby Gaspar (Persema). Hingga berakhirnya pertandingan babak kedua skor tetap 3-2.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009