Tegal (ANTARA News) - Kecelakaan tunggal menimpa truk fuso Diesel B 9163 EM bermuatan mesin "printer" yang terguling di jalur pantura tepatnya di Jalan Maribaya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

"Kecelakaan terjadi akibat truk yang saya kemudikan menghindari mobil colt Diesel yang oleng ke kanan dan ke kiri. Kedua kendaraan melaju searah yakni sama-sama menuju arah timur (Semarang,red.)," kata pengemudi truk fuso Edi, di Tegal, Sabtu.

Ia mengatakan, saat membelokkan kemudinya ke sebelah kiri jalan tidak menyadari kalau laju truk terlalu ke kiri, sehingga truk menabrak bibir jembatan kemudian terjun ke sungai.

Sebuah tiang listrik roboh tertimpa bagian depan truk saat terjun ke sungai, akibatnya kondisi badan truk hancur.

"Ratusan mesin printer berjatuhan ke sungai dan tambak milik warga setempat, tapi sebagian mesin printer lainnya kondisinya utuh dan dipindahkan ke truk lain," kata warga Kecamatan Tulis Batang itu.

Ia menjelaskan dalam kecelakaan itu tak ada korban jiwa, karena baik dirinya maupun kondekturnya Andi tidak mengalami luka berat, hanya mengalami keseleo pada tulang kaki dan tangannya.

Sedangkan kerugian material dalam kecelakaan itu, katanya, ditaksir nilainya mencapai ratusan juta rupiah di antaranya berasal dari ratusan mesin printer yang rusak dan kondisi truk yang hancur.

"Saya telah melaporkan kecelakaan ini ke kantor pusat di Kampung Badar Jakarta tepatnya di Perusahaan jasa paket `Index`," katanya.

Truk tersebut, katanya, memuat mesin printer dari Jakarta yang diangkut menuju salah satu distributornya di Yogyakarta.

Hingga sore hari belum ditemukan adanya petugas yang mengevakuasi truk dari lokasi kecelakaan, namun seluruh muatan truk telah diselamatkan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal AKP Valent Asmoro mengatakan pihaknya sedang mengupayakan mobil derek guna mengevakuasi truk dari lokasi.

"Saya minta kepada para pengemudi supaya lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan jauh terutama bagi kendaraan yang mengangkut muatan besar," katanya. (*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009