Ambon (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar adat kehormatan tertinggi Maluku "Upu Latu-Rat Maran Siwalima." Penganugerahan gelar oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sebagai Ketua Adat Maluku akan dilakukan di Gedung Baileu Siwalima, Ambon, Selasa malam.

Penganugerahan gelar adat tertinggi Maluku kepada Presiden didasari keputusan forum majelis adat maluku yang terdiri atas para tetua adat atau Latupati.

Proses adat penganugerahan gelar diawali oleh pengambilan kapur sirih dan pinang oleh Presiden sebagai simbol.

Setelah itu, gelar adat dikukuhkan melalui pemasangan baju adat kepada Presiden berupa jubah kebesaran, kain ikat pinggang dan bahu, mahkota atau topi kebesaran, serta pemberian tongkat adat kehormatan oleh Ketua Adat Maluku.

Prosesi penganugerahan gelar adat tertinggi Maluku kepada Presiden diakhiri oleh bunyi-bunyian alat musik khas etnik Maluku, ahuri dan tifa.

Presiden Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani berada di Ambon selama tiga hari hingga Kamis 26 November 2009.

Setelah menghadiri acara penganugerahan gelar adat pada Selasa malam, Presiden Yudhoyono pada Rabu 25 November 2009 dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Perdamaian Dunia di Taman Pelita, Kota Ambon, sekaligus meresmikan monumen gong perdamaian.

Setelah itu, Presiden meresmikan beberapa proyek infrastruktur di Provinsi Maluku senilai total Rp149,251 miliar dan menyaksikan penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat senilai Rp93,221 miliar dari tiga bank BUMN, yaitu Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BRI.

Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Kamis 26 November 2009.

Turut serta dalam kunjungan Presiden ke Maluku antara Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, dan Menteri Pemuda dan olahraga Andi Mallarangeng.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009