Boyolali (ANTARA News) - Puluhan warga Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali berunjuk rasa di desa setempat, Senin, menolak calon tunggal untuk pemilihan kepala desa.

Puluhan warga tersebut dalam aksinya menyatakan, menentang pelaksanaan pilkades di Desa Salakan, Teras yang dinilai sebagai pemborosan anggaran karena hanya diikuti seorang calon tunggal.

Pengunjuk rasa tersebut juga melakukan konvoi keliling desa dengan meneriakkan yel-yel menentang pilkades yang dijadwalkan digelar 19 Desember 2009. Mereka berupaya mempengaruhi masyarakat agar ikut menentang digelarnya pesta demokrasi itu.

Nur Zais, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan, pesta demokrasi tersebut dinilai sebagai pemborosan anggaran karena hanya diikuti calon tunggal.

Pelaksanaan pilkades dengan calon tunggal, kata dia, akan diulang jika calon belum memenuhi persyaratan perolehan suara 50 persen plus satu sebagai syarat penentuan kemenangan.

Menurut Nur, aksi tersebut dilakukan hasil aspirasi masyarakat karena mereka menilai pilkades yang diikuti calon tunggal merupakan pemborosan anggaran. Padahal, masih ada calon lain yang berminat mendaftar.

Sementara panitia pilkades desa setempat menerima dan melakukan pertemuan dengan perwakilan warga yang menentang calon tunggal tersebut.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Dewanto, pihaknya tidak bisa membatalkan rencana pilkades tersebut karena kegiatan itu berjalan transparan dan sudah mengacu aturan Perbup Nomor 11 Tahun 2006, tentang pilkades.

Calon pada pilkades di Desa Salakan hingga saat ini yang mendaftar hanya baru satu orang yakni Parjini, padahal panitia sudah menunggu calon lain hingga batas pendaftaran pada tanggal 14 November 2009.

Sementara anggota panitia lainnya Totok menjelaskan, panitia pilkades sudah menunggu calon lain untuk bersaing berebut suara dengan Parjini, tetapi hingga batas waktu pendaftaran tidak ada yang muncul.

"Sebetulnya, ada calon lain yang mendaftarkan, tetapi baru secara lisan. Kami sudah menunggu hingga waktu batas akhir, tapi dia tidak mengembalikan formulirnya. Maka, sesuai aturan dia belum mendaftar sebagai bakal calon," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009