Pandemi COVID-19, ritel fesyen tawarkan digitalisasi kartu anggota

Pandemi COVID-19, ritel fesyen tawarkan digitalisasi kartu anggota

CEO PT Mega Perintis Tbk, FX Afat Adinata Nursalim (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - PT Mega Perintis, perusahaan ritel yang menaungi merek fesyen Manzone, Minimal dan MOC menawarkan digitalisasi kartu anggota, membership, di tengah lesunya penjualan saat pandemi virus corona (COVID-19).

"Meski hampir sebagian besar toko kami yang ada di mal sudah buka lagi, namun kondisinya memang belum seramai dulu. Berbagai promosi kami berikan kepada para konsumen loyal," kata CEO PT Mega Perintis Tbk, FX Afat Adinata Nursalim dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin.

Digitalisasi kartu anggota bernama Zone Member Digital memiliki sejumlah manfaat bagi konsumen loyal, di antaranya adalah promosi yang ditawarkan mulai dari promo eksklusif, point rewards, birthday treats, exclusive events, digital receipts hingga home delivery service.

"Melalui Zone Member, pelanggan dapat kemudahan dalam berbelanja dan akses atas segala informasi dan promo dari brand-brand kesayangan. Teknologi berbasis insight dari data customer, memudahkan kami untuk berinteraksi dengan konsumen," kata Afat.

Afat berharap Zone Member menjadi salah satu strategi pemasaran yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal itu bisa dilihat dari perubahan status pelanggan dari reguler menjadi loyal, lalu meningkat menjadi brand advocate yang aktif dalam mempromosikan Manzone, Minimal dan MOC.

"Aplikasi Zone Member dapat diunduh baik pada sistem IOS maupun Android. Zone Member menerapkan omni channel, yaitu menghubungkan saluran secara offline dengan online melalui internet," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Afat juga meluncurkan promo menarik berupa "cashback 100 persen" yang berlaku secara offline maupun online selama 8-17 Agustus 2020. Dan cashback 50 persen selama 18 Agustus hingga 2 September 2020. "Namun, syarat dan ketentuan berlaku," katanya.

Afat mengakui saat pandemi angka penjualan online tak terlalu besar. Karena selama masa pandemi daya beli masyarakat terhadap produk fashion juga menurun. "Beda dengan produk makanan, meski daya beli turun, orang tetap butuh makanan," ujarnya.

Afat berharap pemerintah mengeluarkan beragam kebijakan yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

"Pemerintah harus agresif, karena ekonomi sedang tertekan. Hanya konsumsi yang bisa menjadi booster," kata dia.

Meski menggunakan nama asing seperti Manzone, seluruh produk yang PT Mega Perintis merupakan karya anak bangsa.

Baca juga: Fesyen di fase normal baru, masker hingga APD modis

Baca juga: Kiat Livehaf bertahan di tengah pandemi

Baca juga: Pomelo turut lawan corona bersama industri fesyen

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ridwan Kamil: minimal 2 juta penduduk Indonesia perlu dites COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar