Dampak kasus naik, pembelajaran tatap muka di Payakumbuh-Sumbar batal

Dampak kasus naik, pembelajaran tatap muka di Payakumbuh-Sumbar batal

Salah seorang warga saat melaksanakan tes usap masal yang dilaksanakan di Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa (30/6). ANTARA/Akmal Saputra/aa.

Sekarang penambahan kasus positif COVID-19 di Payakumbuh lumayan banyak, dan salah satunya terjadi pada guru. Makanya disarankan untuk diundur lagi
Payakumbuh, Sumbar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Rida Ananda ​menyatakan ​​​rencana pembelajaran tatap muka di kota itu, yang awalnya akan dimulai pada 24 Agustus 2020 ini kemungkinan batal dan diundur kembali setelah adanya penambahan kasus positif COVID-19.

"Rencana pembelajaran tatap muka memang disarankan untuk diundur kembali," katanya di Payakumbuh, Rabu.

"Sekarang penambahan kasus positif COVID-19 di Payakumbuh lumayan banyak, dan salah satunya terjadi pada guru. Makanya disarankan untuk diundur lagi," tambahnya.

Meski begitu, kata Rida, pihaknya akan kembali melaksanakan rapat terkait kepastian pembelajaran tatap muka, sembari melihat perkembangan COVID-19 di Payakumbuh.

"Seperti pesan wali kota, keselamatan adalah yang utama. Makanya harus dilihat dulu perkembangannya, apakah memungkinkan atau tidak," kata Rida Ananda.

Sementara itu, dengan bertambahnya kasus positif COVID-19 di Payakumbuh, salah seorang orang tua siswa Dina (39) meminta agar pembelajaran tatap muka diundur dulu.

"Kalau harapan saya tentu diundur dulu, pastikan kasus positif di Payakumbuh mulai menurun lagi. Apalagi sekarang ada guru yang positif," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Payakumbuh memang telah merencanakan akan memulai kembali pembelajaran tatap muka pada 24 Agustus mendatang selama tidak ada penambahan kasus positif COVID-19.

Namun, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan rencana akan terus menyesuaikan dengan perkembangan kasus positif COVID-19 di Payakumbuh. Kalau nantinya terdapat penambahan beberapa kasus di Payakumbuh, pihaknya bisa saja membatalkan rencana ini.

Oleh sebab itu, ketika akan dan telah dilaksanakannya pembelajaran tatap muka, semua sekolah harus menyiapkan segala sesuatu hal terkait protokol kesehatan di setiap sekolah.

Setiap guru, juga harus mengikuti aturan dan protokol kesehatan. Jika disinyalir di suatu sekolah ada yang terjangkit, semua guru di sekolah harus ikut aturan kesehatan, seperti melakukan tes usap.

"Kalau tidak mau diatur pulang saja, bahkan bisa saja sertifikasinya tidak ditandatangani. Kalau di masa pandemi ini kita harus ikut aturan, jangan karena pribadi semuanya terbawa-bawa," demikian Riza Falepi.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Payakumbuh bertambah dua

Baca juga: Tambah satu, pasien positif COVID-19 di Payakumbuh-Sumbar jadi tujuh

Baca juga: Petugas khusus angkut sampah dari ODP COVID-19 di Payakumbuh

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenparekraf siapkan subsidi ongkos kirim ekspor rendang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar