Akademisi: Produk kesehatan paling dicari warga saat pandemi COVID-19

Akademisi: Produk kesehatan paling dicari warga saat pandemi COVID-19

Ilustrasi. Warga saat berbelanja produk susu. Produk kesehatan seperti minuman kaya gizi jenis susu banyak dicari warga selama masa pandemi COVID-19. (Dok Humas Frisian Flag Indonesia)

masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dan terus mencari informasi tentang kesehatan
Bandung (ANTARA) - Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB Dr Megawati Simanjuntak mengatakan produk-produk kesehatan menjadi komoditas yang paling banyak dicari oleh warga selama pandemi COVID-19 ini.

“Senada dengan survei konsumen yang dilakukan oleh Nielsen, produk kesehatan seperti makanan sehat, suplemen, minuman kaya gizi seperti susu dan yoghurt menjadi barang yang paling dicari, karena saat ini konsumen lebih fokus pada produk-produk yang memiliki nilai bagi kesehatannya,” kata Megawati dalam seminar daring dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020, Selasa.

Kesehatan menjadi prioritas masyarakat saat masa pandemi COVID-19 sehingga produk makanan dan minuman sehat kaya gizi seperti susu, suplemen, menjadi hal yang paling dicari oleh konsumen selain produk-produk kebutuhan sanitasi, seperti sabun, tisu atau pembersih.

Menurut laporan Tinjauan Big Data 2020 terhadap Dampak COVID-19 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan daring di Indonesia pada Februari-Juli 2020 meningkat tajam dibanding penjualan di bulan Januari 2020. Penjualan daring di Indonesia melonjak 320 persen di Maret 2020 dan 480 persen di April 2020, keduanya dibandingkan penjualan daring di awal tahun.

Baca juga: YLKI: 33,30 persen aduan terkait produk kesehatan selama pandemi

Lembaga survei konsumen Nielsen menyebutkan, 30 persen konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara daring sejak pandemi COVID-19 merebak.

Dalam satu jurnal yang diterbitkan oleh satu konsultan manajemen multinasional McKinsey, diisyaratkan kecenderungan konsumen yang menomorduakan harga dan lebih mementingkan nilai produk di masa pandemi.

Melihat tren tersebut Megawati menyarankan agar konsumen bersikap cerdas ketika memutuskan berbelanja produk-produk ini secara daring, dan jeli memperhatikan dan memahami produk yang ditawarkan penjual.

“Apabila ada masalah dalam transaksi barang dan/jasa, konsumen dapat membuat pengaduan langsung ke pelaku usaha atau kepada lembaga-lembaga perlindungan konsumen yang ada,” ujarnya.

Lembaga perlindungan konsumen yang dimaksud diantaranya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat.

Baca juga: GTPP susun produk protokol kesehatan secara islami di Aceh Barat

Asupan bergizi (makanan dan minuman), produk-produk sanitasi dan perlengkapan olahraga memang menjadi prioritas masyarakat di saat ini.

Peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga Kesehatan diri dan keluarga, menurut Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD adalah sebuah perubahan perilaku yang positif.

“Di tengah AKB, masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dan terus mencari informasi tentang kesehatan. Dalam situasi seperti ini menjaga imunitas tubuh menjadi hal yang utama dengan teratur mengasup makanan bergizi,” katanya.

Syafiq juga menambahkan bahwa imunitas tubuh bisa dicapai dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein hewani dengan kandungan asam amino esensial yang berfungsi memperbaiki sel yang rusak serta menjaga imunitas. Sumber protein hewani banyak ditemui dari susu, daging, dan telur. Namun asupan gizi harus dibarengi aktivitas fisik dan olahraga rutin agar sistem imunitas dapat bekerja secara optimal.

Baca juga: BPJS ajak milenial ciptakan produk digital permudah layanan kesehatan

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tapi juga mengubah perilaku pelanggan di seluruh dunia. Pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menyikapi kesehatan diri dan keluarga, beraktivitas di luar rumah, hingga bertransaksi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk dunia layanan pelanggan.

Sementara itu dalam raangka menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020 yang diperingati setiap 4 September, Frisian Flag meningkatkan layanan untuk kemudahan pelanggan dapatkan informasi dan produk-produk minuman berbasis susu yang bergizi.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Frisian Flag untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat Indonesia, dengan mengusung visi ‘Nourishing by Nature’ melalui ketersediaan gizi berkualitas.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F Saputro mengatakan bahwa Hari Pelanggan Nasional adalah momen penting bagi Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk terus menjaga kepercayaan dengan menyediakan produk dan layanan terbaik kepada pelanggan.

“FFI terus berinovasi untuk memproduksi minuman susu berkualitas untuk menjadi favorit keluarga serta meningkatkan layanan agar pelanggan mudah mendapatkan produk kami, terutama di masa ini. Meskipun masyarakat dihadapkan pada keterbatasan mobilitas dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," kata dia.

"Produk-produk frisian flag tetap mudah diperoleh agar pelanggan dapat terus menyediakan minuman bergizi untuk diri dan keluarganya. Kami juga terus berupaya untuk menjadi mitra keluarga Indonesia dengan terus memberikan informasi tentang pentingnya edukasi gizi dan menjaga kesehatan,” lanjut Andrew.

Baca juga: PT APL resmikan pusat distribusi produk kesehatan nasional di Bekasi

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

TKDN, peluang gali potensi industri dalam negeri (bag 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar