Boyolali (ANTARA News) - Pencuri membobol sebuah toko telepon seluler di Pasar Kliwonan, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, dan membawa kabur sejumlah barang dagangan dari tempat itu.

Pemilik toko, Arfi Darmawan (23), di Boyolali, Kamis, mengaku, mengetahui tokonya dibobol pencuri sekitar pukul 07:30 WIB ketika akan membuka tempat usahanya itu.

Kerugian yang dideritanya mencapai sekitar Rp12,6 juta karena sejumlah barang seperti kartu pedana berasal dari beberapa operator telepon seluler, dua unit telepon seluler merek Nokia, baterai, dan beberapa aksesoris telepon seluler lainnya.

Ketika dirinya datang ke toko itu, ia melihat pintu tempat usaha itu dalam keadaan tidak terkunci dan rusak.

"Saya kemudian melapor kepada polisi. Polisi sudah datang untuk memeriksa dan menyelidiki," katanya.

Kemungkinan, katanya, pelaku beraksi pada dini hari ketika toko itu dalam keadaan tidak ada orang.

Pencurian juga terjadi di SMP Negeri 3 Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (21/1).

Sejumlah barang milik sekolah yang hilang antara lain satu unit printer merek Canon, satu unit pianika, dan dua tabung gas elpiji.

Penjaga sekolah, Sriyoko, mengaku, sekitar pukul 06:00 WIB saat dirinya tiba di sekolah untuk membersihkan kantor sekolah itu, ia melihat bahwa pintu kantor dalam keadaan terbuka dan jendela rusak.

"Di dalam kantor, barang-barang acak-acakan," katanya.

Kemungkinan, katanya, pelakunya lebih dari satu orang.

Ia mengatakan, secepatnya melaporkan keadaan itu kepada kepala sekolah yang kemudian dilanjutkan kepada kepolisian setempat.

Camat Cepogo, M. Arif Wardianta, mengatakan, petugas kepolisian setempat bersama jajarannya telah mendatangi lokasi untuk penyelidikan.

Pelaku, katanya, diperkirakan masuk kantor itu dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis dan membawa kabur sejumlah barang milik sekolah.

Kerugian pihak sekolah mencapai jutaan rupiah.

"Kami sudah perintahkan petugas kecamatan untuk mendata jumlah kerugian. Kasus ini juga sudah ditangani polsek," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010