Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian mengungkapkan realisasi penyerapan Kredit Usaha Perbibitan Sapi (KUPS) yang diluncurkan pada tahun lalu hingga saat ini mencapai Rp96,3 miliar.

Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Tjeppy D Soedjana, di Jakarta, Senin mengatakan, untuk alokasi 2009 terserap sebanyak Rp3,7 miliar, akad kreditnya dilakukan pada 31 Desember 2009 di Pasuruan, Jawa Timur.

Sedangkan pada periode pertama 2010, tambahnya, sudah dilaksanakan akad kredit di Malang, Jawa Timur, sebesar Rp92,6 miliar.

"Kredit ini diberikan kepada dua kelompok peternak, lima koperasi dan satu perusahaan peternakan," katanya.

Menurut dia, Kementerian Pertanian telah menunjuk tiga bank yang sudah melakukan Perjanjian Kerjasama Pendanaan dengan Kementerian Keuangan yakni Bank Jatim, Bank DIY dan Bank Jateng sebagai penyalur KUPS.

Sementara itu, lanjutnya, tujuh bank lain yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Sumut, Bank Syariah Mandiri dan Bank Nagari Sumbar masih dalam proses.

Tjeppy menyatakan, pada 2009 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp145 miliar dalam bentuk subsidi bunga bagi peternak yang mana pada tahun ini jumlahnya ditingkatkan menjadi Rp250 miliar.

Dikatakannya, guna mencapai swasembada daging pada 2014 sebenarnya diperlukan anggaran untuk subsidi bunga sebanyak Rp2,1 triliun, namun karena keterbatasan anggaran maka pemerintah hanya mengalokasikan Rp1,81 triliun.

"Subsidi bunga KUPS dialokasikan sebanyak Rp145 miliar per tahun sehingga yang dibutuhkan sebenarnya Rp2,1 triliun namun tidak semua alokasi subsidi bunga itu terpakai sehingga Rp1,81 triliun sudah cukup," katanya.

Pola penyaluran KUPS, menurut dia, yaitu kepada pengusaha yang bermitra dengan kelompok peternak, koperasi yang bermitra dengan kelompok peternak dan kepada kelompok peternak.

Pemerintah hanya membebankan suku bunga lima persen per tahun dengan waktu pelunasan kredit hingga enam tahun serta batas waktu selama dua tahun.

Tjeppy mengatakan, salah satu unsur penentu pencapaian swasembada daging sapi 2014 adalah penyediaan bibit sapi, oleh karena itu melalui pemberian kredit diharapkan ada penambahan populasi sapi sekitar 1 juta ekor selama lima tahun atau 200 ribu ekor per tahun. (S025/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010