Laporan dari China

Pekerja China di Indonesia kembali raih penghargaan Video Sabuk Jalan

Pekerja China di Indonesia kembali raih penghargaan Video Sabuk Jalan

Salah satu pekerja China di proyek PLTU Banten meraih penghargaan Kompetisi Video Pendek Proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) 2020 di Wuhan, Provinsi Hubei, Jumat (20/11). Video mengenai kehidupan sehari-hari juru ikat alat berat (rigger) di PLTU Banten itu meraih penghargaan kategori Pekerja Luar Biasa atas semangatnya dalam bekerja di tengah pandemi. ANTARA/M. Irfan Ilmie.

Wuhan (ANTARA) - Seorang pekerja asal China di proyek pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia meraih penghargaan dari ajang Kompetisi Video Pendek Proyek Infrastruktur Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI).

Video berdurasi 1 menit dan 43 detik yang menceritakan kisah hidup sehari-hari serta suka-duka seorang juru ikat alat berat (rigger) di PLTU Banten tersebut meraih penghargaan untuk kategori Pekerja Luar Biasa dalam penganugerahan Kompetisi Video Pendek BRI di Wuhan, Provinsi Hubei, Jumat.

Ajang kompetisi tersebut sudah yang kedua kalinya digelar oleh Asosiasi Diplomasi Publik China (CPDA) bersama Global Times Online.

Dalam penyelenggaraan yang pertama pada 2019, Indonesia juga menyabet penghargaan salah satu kategori. Pada saat itu, peraih penghargaan para pekerja China di proyek jalan tol Bitung, Sulawesi Utara.

Saat ini giliran, Chen Yangguang, juru ikat yang berasal dari Provinsi Anhui, yang tetap semangat bekerja di PLTU Banten di tengah pandemi.

Dia mulai bergabung di China Energy Group di Provinsi Zhejiang ketika masih berusia 19 tahun pada 2007.

Tujuh tahun kemudian oleh perusahaannya ditugaskan menggarap proyek PLTU di Banten sehingga terpaksa meninggalkan anak dan istrinya di Anhui.

Ketua CPDA Wu Hailong menyebutkan ajang tersebut diikuti oleh 500 peserta dari 80 negara yang menggarap proyek di bawah kerangka kerja sama BRI.

Selama periode Juli-September 2020, video para peserta tersebut telah ditonton lebih dari 300 juta kali, termasuk hampir 50 juta kali dari luar negeri melalui aplikasi Douyin, Bilibili, Tencent Video, Facebook, Twitter, YouTube, dan Tik Tok.

"Perusahaan China dan karyawan mereka di negara-negara BRI menggunakan kamera mereka untuk mengungkap kisah yang sangat menyentuh perasaan di tengah perlawanan menghadapi pandemi COVID-19 bersama penduduk setempat dan bergandengan tangan berbagi suka dan duka," kata Wu.

Baca juga: Tol Manado-Bitung borong penghargaan film pendek di China
 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Disnaker Kota Cilegon: Perusahaan wajib pastikan TKA bebas virus Corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar