Kata Didiet Maulana soal padu-padan kebaya dengan sentuhan modern

Kata Didiet Maulana soal padu-padan kebaya dengan sentuhan modern

Kolase inspirasi busana dari Svarna by IKAT Indonesia, by Didiet Maulana. ANTARA/Instagram/svarna_byikatindonesia.

Jakarta (ANTARA) - Desainer busana Didiet Maulana mengatakan bahwa memadu-padankan kebaya tradisional dengan menambahkan sentuhan modern adalah cara yang cukup efektif untuk mengenalkan kebaya ke khalayak luas termasuk generasi muda Indonesia.

"Kebaya sekarang bukan hal formil, ada banyak bentuk inspirasi kebaya saat ini. Misalnya dengan tidak mengenakan kain (tradisional, untuk bawahan) dan malah dipadukan dengan celana, lalu lebih casual," kata Didiet dalam peluncuran buku "Kisah Kebaya", yang dihelat secara virtual, Senin.

Baca juga: Bergaya dengan wastra Nusantara lewat kolaborasi perancang dan UMKM

"Dan dengan semakin sering kita pakai di berbagai macam bentuk dan kegiatan, harapannya semoga kebaya bisa setara dengan kain Sari di India, hingga Kimono di Jepang," ujarnya melanjutkan.

Bicara tentang Kimono dari Jepang, Didiet membagikan pengalamannya ketika berkunjung ke salah satu sekolah mode di Negeri Sakura tersebut.

Ia mengatakan, di sana, anak mudanya dikenalkan kain dan pakaian tradisional Jepang untuk kemudian dikreasikan dengan tren yang kekinian.

"Di salah satu sekolah mode di Tokyo, ada satu chapter tentang Kimono, dan mereka (siswa) diajak agar Kimono bisa dimodifikasikan ke sesuatu yang relevan. Seperti menggunakan kain denim, hingga linen," kata Didiet.

"Untuk adaptasi, tidak harus kuno. Kita harus bisa melihat keadaan dan tren di sekeliling kita," ujarnya menambahkan.

Ketika disinggung mengenai bagaimana minat dan peran anak muda Indonesia dalam menggunakan kebaya dan kain tradisional, Didiet menilai generasi muda Tanah Air mampu mengenalkan kedua produk tekstil kebanggaan negeri lebih luas lagi.

"Banyak gerakan anak-anak muda yang inspiratif lewat TikTok dan platform media sosialnya dengan memakai kebaya dan kain (tradisional). Saya optimis bahwa Indonesia mudah-mudahan bisa mengenal diri sendiri dan tidak mengagungkan negara lain," kata Didiet.

"Banyak pula influencer muda yang tulus dan suportif untuk memajukan budaya Indonesia. Jika semakin banyak yang mempopulerkannya, maka akan semakin kita melihat kalau hal itu relevan dengan kita. Mulai dari yang simpel, kita bisa lakukan banyak modifikasi," imbuhnya.

Sementara itu, Didiet Maulana juga meluncurkan bukunya bertajuk "Kisah Kebaya" yang berisikan serba-serbi kebaya, busana, dan kain tradisional Indonesia.

Tak hanya itu, ada pula kiat untuk membuat dan memadu-padankan kebaya dengan aksesoris yang sesuai, demi memajukan industri fesyen Tanah Air.

Baca juga: Didiet Maulana ceritakan serba-serbi kebaya lewat "Kisah Kebaya"

Baca juga: Warna stabilo diprediksi jadi tren warna fesyen di 2021

Baca juga: Didiet Maulana luncurkan platform berbagi kisah dan pengalaman

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Cirebon warnai  Hari Ibu dengan Festival Kebaya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar