Pemkot Jakbar tambah sarana evakuasi antisipasi banjir

Pemkot Jakbar tambah sarana evakuasi antisipasi banjir

Pimpinan Tiga Pilar Jakarta Barat memantau sarana perahu karet dalam apel kesiapsiagaan banjir di Halaman Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (26/1/2021). ANTARA/Devi Nindy/aa.

memberi masing-masing wilayah Kecamatan tambahan satu perahu karet
Jakarta (ANTARA) - Berkaca dari pengalaman evakuasi pada saat penanganan banjir 2020, Pemerintah Kota Jakarta Barat akhirnya menambah sarana pendukung untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Dalam apel kesiapsiagaan musim hujan, Pemkot Jakbar memberi masing-masing wilayah Kecamatan tambahan satu perahu karet, sementara untuk Polres Metro Jakarta Barat dan Kodim 0503/JB mendapat masing-masing satu tenda dan perahu karet.

Baca juga: Camat dan lurah Jakarta Selatan diminta monitor titik genangan air

“Dalam penanganan bencana diperlukan sarana prasarana mendukung, tenda, perahu, sebagai salah satu contoh yang pada kesempatan baik ini sudah diserahkan. Ini merupakan suatu bentuk antisipasi dan partisipasi Pemkot, Kodim, Polres dan stakeholder lainnya dalam penanganan banjir,” ujar Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto di Jakarta, Selasa.

Sarana tenda dan perahu tersebut istimewa dengan tulisan “Tiga Pilar Pemerintah Kota Jakarta Barat,” yang menandakan pelibatan unsur pemerintah, TNI dan Polri di wilayah tersebut dalam penanganan banjir.

Baca juga: Waduk di Kantor Bea Cukai meluap, Jalan Bujana Tirta terendam

Uus mengatakan pelaksanaan apel ini merupakan upaya mengukur kesiapan Jakarta bersama TNI, Polri dalam mempersiapkan menghadapi banjir.

Antisipasi tersebut sebagai bentuk waspada, mengingat terjadinya bencana banjir, tanah longsor serta gempa yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Selain itu memasuki masa penghujan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan akan semakin memuncak di wilayah DKI Jakarta beberapa hari ke depan. Sebagian wilayah Jakarta Barat termasuk dataran rendah yang dialiri sungai besar, sehingga banjir lama surut seperti halnya pada kejadian tahun 2020.

Baca juga: Bamus Betawi ajak umat berdoa agar bangsa jauh dari bencana

“Dalam menghadapi bencana tahun ini ada tantangan sendiri, karena sekarang masih COVID-19, di mana saat ini kasus terkonfirmasi meningkat terutama di DKI jakarta. Masih ada beberapa RW (rukun warga) yang zona merah,” ujar dia.

Uus mengimbau seluruh unit terkait penanganan banjir agar selalu siap siaga mengantisipasi bencana banjir, serta tetap memberlakukan protokol kesehatan selama masa penugasan tersebut.





 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Provinsi Riau bersiap mewaspadai ancaman bencana alam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar