Pemerintah serap Rp9 triliun dari lelang sukuk

Pemerintah serap Rp9 triliun dari lelang sukuk

Dokumentasi - Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp9 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp23,34 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan hasil lelang sukuk ini masih di bawah target indikatif Rp14 triliun.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS13072021 sebesar Rp0,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,08175 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 13 Juli 2021 ini mencapai Rp1,2 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,06 persen dan tertinggi 4,75 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS027 sebesar Rp0,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,61857 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp4,02 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 4,55 persen dan tertinggi 5,25 persen.

Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,44382 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp2,05 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5,35 persen dan tertinggi 5,6 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp4,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,56326 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp5,96 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,45 persen dan tertinggi 6,86 persen.

Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,62 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp3,98 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,62 persen dan tertinggi 6,89 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,04576 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 ini mencapai Rp6,11 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,97 persen dan tertinggi 7,3 persen.

Dengan hasil lelang ini, maka realisasi penerbitan sukuk hingga akhir Januari 2021 telah mencapai Rp25 triliun

Menurut rencana, pemerintah juga akan melakukan lelang tambahan (Green Shoe Option) lima seri sukuk untuk pembiayaan penanganan pandemi yaitu PBS027, PBS017, PBS029, PBS004 dan PBS028 pada Rabu (27/1) mengingat lelang hari ini tidak mencapai target indikatif.

Baca juga: Pemerintah jual ORI019 dengan tingkat kupon 5,57 persen

Baca juga: Perry Warjiyo: BI beli SBN pemerintah Rp13,66 triliun hingga awal 2021

Baca juga: Menkeu: SiLPA 2020 capai Rp234,7 triliun

Baca juga: Presiden: Indonesia Investment Authority terobosan pembiayaan nasional

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luncurkan green sukuk ST-007, Kemenkeu targetkan biayai APBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar