Mendes: Revitalisasi Posko Desa Tanggap COVID-19 perkuat penanganan

Mendes: Revitalisasi Posko Desa Tanggap COVID-19 perkuat penanganan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berbicara dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (8/2/2021). (Humas Kemendes PDTT)

Sebenarnya sudah terbentuk, sudah ada di 58 ribu desa dengan total 1.000.188 relawan desa
Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar telah meminta para kepala desa untuk merevitalisasi Posko Desa Tanggap COVID-19 untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 di tingkat desa.

"Sebenarnya sudah terbentuk, sudah ada di 58 ribu desa dengan total 1.000.188 relawan desa. Itu sudah terbangun sejak 2020. Nah, sekarang sudah direvitalisasi lagi, dikuatkan kembali agar desanya aman," kata Mendes Halim dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa.

Pandemi COVID-19 telah menyebar hampir ke seluruh pelosok negeri, tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di desa-desa. Penularan tidak hanya terjadi di dalam klaster perkantoran, pasar dan fasilitas umum lainnya, tetapi juga di antara anggota keluarga di dalam satu keluarga.

Baca juga: Menteri Desa sapa para kepala desa di Nusa Tenggara Timur

Untuk itu, upaya pencegahan penularan dan penanganan perlu dilakukan hingga pada skala mikro, salah satunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang diupayakan pemerintah di wilayah Jawa hingga Bali mulai 9 Februari 2021.

Selain mendukung penerapan PPKM Skala Mikro di Jawa-Bali, Kemendes tetap meminta seluruh kepala desa di Indonesia untuk merevitalisasi Posko Desa Tanggap COVID-19 untuk lebih mengintensifkan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di tingkat desa.

Baca juga: Kemendes gandeng Kemendagri dan Kemdikbud perkuat kapasitas SDM

Posko Desa Tanggap COVID-19, kata Mendes, telah terbentuk di 58 ribu desa dengan total relawan sebanyak 1.000.188. Para relawan yang tergabung dalam Posko Desa Tanggap COVID-19 adalah warga desa dari berbagai berbagai komponen.

"Pokoknya warga desa dari berbagai komponen masuk di anggota relawan. Ketuanya kepala desa, wakilnya Ketua BPD, sekretarisnya sekretaris desa, anggotanya semua perangkat, tokoh agama, tokoh adat, termasuk bidan dan perawat di desa bisa dimasukkan sebagai anggota," kata Mendes Halim yang juga akrab disapa Gus Menteri.

Baca juga: Kemendes PDTT dukung penuh PPKM skala mikro tingkat desa

Para relawan yang tergabung dalam Relawan Desa Lawan COVID-19 itu dikerahkan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di tingkat desa, mulai dari sosialisasi, mengantisipasi terjadinya kerumunan di desa, menyiapkan sarana cuci tangan di fasilitas umum desa hingga penegakkan protokol kesehatan oleh warga desa.

"Semua itu tugasnya Relawan Desa Lawan COVID-19 untuk menegakkan. Kemudian jugq pendirian posko bagi yang belum ada. Bagi yang sudah ya menghidupkan kembali Pos Jaga Desa, supaya bisa memantau hilir mudiknya warga desa," katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan warga desa yang sakit COVID-19 tetapi tempat tinggalnya tidak memungkinkan isolasi atau karantina mandiri, relawan desa juga ditugasi untuk memastikan penyiapan ruang isolasi dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di desa.

Baca juga: Kemendes telah bentuk 65 ribu Posko Tangguh COVID-19

Baca juga: Wamen Desa optimistis angka stunting turun jadi 14 persen pada 2024

Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendes PDTT ingatkan BUMDes menjadi pendorong usaha masyarakat 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar