Saham Inggris balik melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,57 persen

Saham Inggris balik melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,57 persen

Pialang sedang memantau pergerakan saham di pasar CMC di London, Inggris, Selasa (11/12/2018). ANTARA/REUTERS/Simon Dawson/am.

Sebanyak 43 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 57 saham lainnya mengalami kerugian
London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (25/3/2021), berbalik melemah dari keuntungan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 0,57 persen atau 38,06 poin, menjadi menetap di 6.674,83 poin.

Indeks FTSE 100 menguat 0,21 persen atau 13,70 poin menjadi 6.712,89 poin pada Rabu (24/3/2021), setelah merosot 0,40 persen atau 26,91 poin menjadi 6.699,19 poin pada Selasa (23/3/2021), dan bertambah 0,26 persen atau 17,39 poin menjadi 6.726,10 poin pada Senin (22/3/2021).

Dari 100 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks FTSE 100, tercatat sebanyak 43 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 57 saham lainnya mengalami kerugian.

Baca juga: Saham Prancis kembali menguat, indeks CAC 40 bertambah 0,09 persen

Burberry Group, kelompok perusahaan fesyen mewah Inggris, berkinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 4,59 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan tambang tembaga Antofagasta yang anjlok 3,83 persen, dan kelompok perusahaan tembakau British American Tobacco merosot 3,37 persen.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Persimmon, perusahaan properti dan pengembang perumahan Inggris, terangkat 2,58 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan jaminan, inspeksi, pengujian produk dan sertifikasi multinasional Inggris Intertek Group yang meningkat 2,24 persen, serta perusahaan manajer investasi global M&G naik 2,02 persen.

Baca juga: Saham Jerman "rebound", indeks DAX 30 terdongkrak 0,08 persen
Baca juga: Saham Tokyo ditutup naik karena aksi beli saham "oversold"


Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar