Inilah yang perlu diketahui soal virus corona saat ini

Inilah yang perlu diketahui soal virus corona saat ini

Para pria bersorak saat mereka disiram air selama perayaan Holi, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-9), di Prayagraj, India, Senin (29/3/2021). REUTERS/Jitendra Prakash/RWA/sa.

New Delhi (ANTARA) - Inilah yang perlu Anda ketahui tentang virus corona sekarang:


Kasus harian melampaui 100.000 untuk pertama kalinya di India

Kasus COVID-19 harian India melonjak 103.558 pada Senin, peningkatan terbesar, data dari kementerian kesehatan menunjukkan, sehingga total menjadi 12,59 juta.

Maharashtra, negara bagian terkaya, yang telah mengalami peningkatan pesat dalam kasus infeksi yang sekarang terhitung lebih dari setengah kasus baru, akan menutup pusat perbelanjaan, bioskop, bar, restoran dan tempat ibadah mulai Senin malam dan memberlakukan jam malam.

Hanya layanan-layanan penting yang diizinkan untuk beroperasi selama jam-jam tersebut.

Pihak berwenang juga akan memberlakukan penguncian total pada akhir pekan, Nawab Malik, seorang menteri di pemerintahan negara bagian, mengatakan kepada wartawan setelah rapat kabinet.

Baca juga: Infeksi harian COVID di India kembali catat rekor



PM Inggris Johnson akan menyusun rencana perjalanan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menetapkan rencana untuk membuka kembali ekonomi dan akhirnya meluncurkan kembali perjalanan internasional pada Senin.

PM Johnson pada Senin memperbarui peta jalan virus corona yang antara lain didorong oleh perkembangan bahwa Inggris menjadi salah satu negara tercepat di dunia dalam menggelar vaksinasi. 

Johnson diharapkan mengonfirmasi bahwa ritel nonesensial, pertemuan ramah tamah luar ruangan, dan salon penata rambut dapat dibuka kembali pada 12 April. Dia juga akan memberikan perincian lebih lanjut tentang paspor vaksin dan perjalanan internasional.

Berdasarkan rencana saat ini, perjalanan internasional tidak akan dilanjutkan --paling cepat hingga 17 Mei.
 
Baca juga: PM Johnson: Pembukaan kembali sekolah langkah menuju kenormalan



Amerika Serikat menetapkan J&J bertanggung jawab atas pabrik yang merusak vaksin COVID

Amerika Serikat telah menetapkan Johnson dan Johnson sebagai pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas Emergent BioSolutions di Baltimore yang merusak 15 juta dosis vaksin COVID-19 dan telah menghentikan produsen obat Inggris AstraZeneca Plc untuk menggunakan fasilitas tersebut, kata seorang pejabat kesehatan senior pada Sabtu (3/4).

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan juga telah meningkatkan pesanan Emergent sebesar $23 juta (Rp334 miliar) untuk perluasan produksi khusus dosis vaksin J&J, tambah Emergent.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan memfasilitasi langkah tersebut, kata pejabat kesehatan dalam surat elektronik dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah tersebut dinilai sensitif.

Baca juga: Fauci: AS mungkin tidak butuhkan vaksin COVID AstraZeneca



Kota yang berbatasan dengan Myanmar menyebabkan lonjakan kasus di China

China melaporkan lonjakan harian terbesarnya dalam kasus COVID-19 baru dalam lebih dari dua bulan. Seluruh 15 kasus lokal yang dilaporkan pada 4 April muncul di Kota Ruili di perbatasan dengan Myanmar, Provinsi Yunnan, di China barat daya.

Pemerintah daerah Ruili menempatkan penduduk di daerah perkotaan di bawah karantina rumah, meluncurkan uji coba besar-besaran dan mulai membatasi orang untuk pergi dan memasuki kota sejak minggu lalu setelah melaporkan pasien COVID-19.

Analisis genetik dari kasus yang ditemukan di Ruili menunjukkan infeksi lokal baru berasal dari virus yang diimpor dari Myanmar, media pemerintah melaporkan.

Dari pasien baru yang dilaporkan di kota tersebut, 11 di antaranya diidentifikasi sebagai warga negara Myanmar.

Baca juga: Kota Ruili di perbatasan China-Myanmar "lockdown"



Pulau Phuket dalam upaya vaksinasi massal

Di Thailand, inilah sektor pariwisata yang sangat penting yang telah masuk ke jalur vaksinasi COVID-19. Pulau resor paling populer di negara itu memulai program inokulasi massal dua bulan lebih awal daripada bagian lain negara itu.

Phuket bermaksud untuk memberikan suntikan kepada setidaknya 460.000 orang - sebagian besar penduduknya - saat bersiap untuk 1 Juli, ketika pengunjung luar negeri yang divaksin tidak lagi diminta untuk menjalani karantina. Pemerintah berharap akan ada setidaknya 100.000 wisatawan yang datang di Phuket pada kuartal ketiga.

Baca juga: Thailand buka pulau Phuket untuk turis mulai Oktober


Sumber: Reuters

 

Pandemi tak halangi gelaran Festival Balap Kerbau Chonburi di Thailand

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar