Target kerja sama DKI-Gapoktan Cilacap 2021 cakup 1.000 hektare sawah

Target kerja sama DKI-Gapoktan Cilacap 2021 cakup 1.000 hektare sawah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat panen padi bersama di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (16/4/2021). (ANTARA/Sumarwoto)

Jakarta (ANTARA) - Target kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur di Desa Jenang, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada 2021 mencakup 1.000 hektare sawah.

"Kerja sama antara Food Station dengan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap berbentuk kolaborasi yang dinisiasi pada tahun 2018, pada 2021 ini target kerja sama areal sawah seluas 1.000 hektare," kata Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pada 2018, kerja sama antara Food Station dengan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap melibatkan areal sawah seluas 250 hektare. Kemudian meningkat pada tahun 2019 menjadi seluas 500 hektar.
​​​​​​​
Tahun 2020 seluas 850 hektar dan target kerja sama tahun 2021 seluas 1.000 hektare yang keseriusannya ditandai dengan panen bersama seluas 50 hektare yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dengan target lahan yang dikerjasamakan 2021 seluas 1.000 hektare, diproyeksikan rata-rata produktivitas 5,7 ton per hektare dan memberikan potensi hasil 5.700 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 2.964 ton beras dengan varietas Ciherang, Metik Wangi dan Muncul.

Target kontrak lahan sawah seluas 1.000 hektare tersebut merupakan bagian dari total kontrak lahan PT Food Station pada 2021 dengan luas 6.210 hektare dengan berbagai kelompok tani di berbagai wilayah  yakni Lampung, Sidoarjo, Sragen, Demak, Subang, Karawang, Indramayu serta Cilacap.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan panen padi di Cilacap
Baca juga: Stok pangan di Jakarta Pusat aman sampai Lebaran
Pekerja memanggul beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Dari target tersebut, sampai 9 Maret 2021 sudah terealisasi sebanyak 5.916 hektare. Meski belum semuanya, PT Food Station yakin pada 2021 bisa mengamankan gabah sekitar 35.300 ton yang diproyeksikan bisa menghasilkan 17.000-18.000 ton beras.

Meski menggunakan skema kontrak lahan, PT Food Station juga memberikan pendampingan terhadap Gapoktan Sumber Makmur antara lain terkait memberikan pendampingan dalam pemilihan varietas dan memberikan pendampingan dalam pascapanen.

"PT Food Station sebagai off taker memberikan jaminan harga, memotong mata rantai pembelian gabah milik petani sehingga petani bisa tetap sejahtera serta kolabarasi ini dapat digunakan oleh petani untuk mendapatkan pembiayaan," kata Pamrihadi.

Dengan gambaran stok pangan itu, Food Station yakin harga-harga pangan akan relatif stabil. Mungkin nanti yang ada gejolak cukup tinggi adalah bawang putih karena tergantung dari alokasi impor yang diberikan pemerintah.

​​​​​​​"Mana kala alokasi impornya terlambat diberikan tentu saja akan terjadi gejolak," kata Pamrihadi.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Agar harga stabil & produk UMKM Kota Malang tembus pasar ekspor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar