Sutradara: "Atap Padang Mahsyar" cerita Islam "pinggir jalan"

Sutradara: "Atap Padang Mahsyar" cerita Islam "pinggir jalan"

Senior Vice President ACT N. Imam Akbari (kanan), Sutradara M. Dedy Vansophi (tengah) dan salah satu pemain utama serial "Atap Padang Mahsyar", M. Taufik (kiri) dalam peluncuran serial film pendek "Atap Padang Mahsyar" bertepatan dengan Milad Ke-16 ACT di Jakarta, Rabu (21/4/2021). (ANTARA/Zubi Mahrofi)

Matahari di atas kepala. Orang yang kurang beramal akan tenggelam oleh keringatnya sendiri
Jakarta (ANTARA) - Penulis sekaligus sutradara serial film pendek "Atap Padang Mahsyar" M. Dedy Vansophi menyampaikan bahwa film itu dibuat berdasarkan kisah nyata yang berasal dari desanya di Pemalang, Jawa Tengah.

"Jadi saya itu sedang menerbitkan kumpulan cerpen yang semuanya terinspirasi dari cerita-cerita Islam yang saya dapatkan di 'pinggir jalan' atau dari ‘orang-orang kecil’. Nah, salah satunya ceritanya 'Atap Padang Mahsyar' ini," ujar dia dalam konferensi pers peluncuran serial film pendek "Atap Padang Mahsyar" di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan dalam serial film itu akan ada banyak nilai positif yang disampaikan ke masyarakat luas.

Serial film pendek "Atap Padang Mahsyar" yang diluncurkan bertepatan dengan Milad Ke-16 ACT itu, mengisahkan Mushalla Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor, namun safnya selalu terisi jamaah.

Suatu hari, sebagian atapnya roboh. Namun jamaah yang ingin memperbaiki terkendala dengan pendapatan mereka yang pas-pasan.

Baca juga: Penayangan serial pendek "The Third Day" mundur ke musim gugur

Jamaah mushalla itu mempunyai kebiasaan mendengar ceramah radio bersama-sama. Ketika itu jamaah mendengar ceramah dengan topik "Padang Mahsyar".

"Matahari di atas kepala. Orang yang kurang beramal akan tenggelam oleh keringatnya sendiri," demikian kutipan singkat ceramah radio itu.

Mereka yang mendengar ceramah itu menjadi cemas dan takut karena memikirkan amalnya yang kurang.

Kiai Bukhori, sebagai orang yang dituakan, mengajak jamaah untuk bersedekah membangun kembali atap mushalla yang roboh. Sebagai penenun sarung, kiai akan menenun lebih banyak kain.

Upah membuat sarung akan disisihkan untuk membangun atap mushalla. Jemaah yang lain pun mengikuti cara kiai, meski pekerjaan mereka berbeda-beda.

Namun, nyatanya usaha jamaah membangun kembali atap mushalla tersebut tidak melulu berjalan mulus. Terdapat berbagai konflik dan rintangan yang mengganjal usaha bersedekah jamaah.

"Apa saja rintangannya? Yuk saksikan bagaimana serunya aksi Kiai Bukhori bersama para jamaah dalam upayanya mendapat naungan di 'Padang Mahsyar'. Insyaallah tayang hanya di Youtube dan Facebook resmi ACT, mulai Jumat (23/4), pukul 17.30 WIB," kata Dedy Vansophi yang kerap disapa Romo itu.

Baca juga: Alasan Reisa Broto Asmoro tertarik mainkan serial pendek "Glow"
Baca juga: Serial pendek drama keluarga "Glow" persembahan untuk ibu di Indonesia

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Relawan tanam mangrove untuk tempat hidup bekantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar