E-Sport

Call of Duty: Warzone blokir lebih dari 500.000 akun berbahaya

Call of Duty: Warzone blokir lebih dari 500.000 akun berbahaya

Ilustrasi Call of Duty: Warzone. HO/callofduty.com

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengembang video game Raven Software mengkonfirmasi bahwa ada lebih dari 500.000 "akun berbahaya" yang diblokir di Call of Duty: Warzone.

"Memblokir lebih dari 30.000 akun berbahaya di seluruh Call of Duty, kemarin... membawa kami ke lebih dari setengah juta akun yang diblokir di #Warzone," cuit Raven Software, Sabtu.

Pada Februari, penerbit video game Activision menawarkan pembaruan tentang masalah peretasan dan penipuan yang marak terjadi di Warzone, dan mengumumkan bahwa lebih dari 300.000 akun telah diblokir. Hal itu berarti 200.000 akun tambahan telah diblokir dalam waktu kurang lebih tiga bulan.

Baca juga: Call of Duty: Warzone lampaui 100 juta pemain
Baca juga: Call of Duty: Mobile capai 500 juta unduhan di seluruh dunia


Dikutip dari Dotesports, pengumuman mengenai tindakan kecurangan dan pemblokiran akun di Warzone telah dilakukan sejak April 2020.

Pada saat itu, diumumkan 70.000 akun diblokir, sehingga jumlah akun yang diblokir meningkat sejak saat itu, terutama pada 2021 ketika Raven Software mengambil alih pengembangan penuh game battle royale tersebut dari Infinity Ward.

Sebagai game battle royale gratis, sangat umum untuk menemukan pemain yang curang. Ketika seorang peretas diblokir, mereka dapat dengan mudah membuat akun lain untuk meretas lagi. Namun, pada bulan lalu, Activision mengatakan mengeluarkan larangan perangkat keras untuk "berulang" kali curang di Warzone.

Sejak diluncurkan lebih dari setahun yang lalu, Warzone telah diganggu oleh peretas yang menggunakan cheat, di antaranya seperti aimbot, wallhacks dan speedhacks. Masalah tersebut tetap terjadi, tetapi Raven tampaknya berkomitmen untuk mengontrol atau, paling tidak, menangani masalah tersebut.

Terlepas dari masalah kecurangan, bulan lalu, Call of Duty: Warzone mencatatkan tonggak sejarah dengan melampaui 100 juta pemain secara global untuk pertama kali sejak dirilis pada 10 Maret 2020. Activision, juga mengumumkan bahwa game tersebut telah mencetak 28 miliar pertandingan.

Baca juga: Moto Grand Prix versi baru akan hadir di State of Survival
Baca juga: Ini bocoran battle Season 3 "Tokyo Escape" Call of Duty Mobile
Baca juga: Studio game Timi Tencent hasilkan 10 miliar dollar AS pada 2020

 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar