Strategi TikTok dukung pendidikan lewat #SamaSamaBelajar 2021

Strategi TikTok dukung pendidikan lewat #SamaSamaBelajar 2021

Hasil tangkapan belajar kampanye #SamaSamaBelajar 2021 dari TikTok (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA) - Platform bagi destinasi video singkat, TikTok kembali menghadirkan kampanye #SamaSamaBelajar sebagai salah satu cara mereka mendukung pendidikan di Indonesia.

Head of Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra mengatakan, kali ini, ada sejumlah hal baru salah satunya melalui TikTok Class untuk memberikan kesempatan pada siapapun menjadi kreator edukasi. Nantinya pelatihan ini diberikan tim TikTok Indonesia.

Tak hanya itu, ada juga kompetisi #SamaSamaBelajar #Merdeka Belajar untuk memberikan apresiasi kepada para kreator yang telah memberikan kesempatan dan akses kepada siapapun untuk belajar dan berbagi.

"Tahun 2021 ini, kami memberikan lebih banyak akses lagi unuk siapaun berbagi inspirasinya, salah satunya dengan membuat kompetisi #SamaSamaBelajar. Kami encourage user berpartisipasi saling berbagi, ada banyak hal yang bisa dibagi. Sepanjang tahun 2020-2021 makin beragam (konten yang dibagi), termasuk tips merawat tanaman," ujar Angga dalam konferensi pers daring kampanye #SamaSamaBelajar 2.0, Kamis.

Sebagai pengingat, kompetisi #SamaSamaBelajar dan #MerdekaBelajar berlangsung sejak 15 Mei 2021 hingga 25 Mei mendatang, menyertakan sejumlah syarat seperti menggunakan kedua tagar itu pada video edukasi, keharusan mengunggah tiga video, penggunaan fitur teks dan suara asli, serta ketentuan video random dan abstrak tidak akan masuk penilaian. 

Baca juga: TikTok siapkan program baru untuk UMKM

Kampanye #SamaSamaBelajar diluncurkan sejak Mei 2020 saat peringatan Hari Pendidikan Nasional berkolaborasi dengan Kemendikbudristek. Dalam kampanye ini ada berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain kompetisi dan webinar bersama IGI, JSDI yang diikuti lebih dari 2000 guru di 10 wilayah Indonesia untuk memperkenalkan TikTok sebagai salah satu medium pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kami tidak menggantikan jalur formal, (platform digital) ini bisa menjadi jalur pelengkap untuk memberikan inspirasi pada siswa di tengah PJJ. Sudah ada 1,5 juta konten sejak #SamaSamaBelajar diluncurkan, dilihat 59 miliar pengguna," kata Angga.

Angga bersyukur kampanye edukasi ini diterima dan mendapatkan partisipasi luar biasa dari para pengguna. Menurut dia, semakin banyak kreator dari berbagai profesi yang terlibat seperti komunitas dokter, pengusaha sehingga konten kesehatan dan bisnis semakin beragam. 

"User punya spirit saling berbagi dan belajar. Kami berharap semakin banyak kreator membuat konten bagus, mau berbagai ilmunya dengan TikTok," tutur dia.

Hal lainnya dalam kampanye #SamaSamaBelajar 2021 ialah TikTok University Week berwujud kegiatan webinar di 8 kota di Indonesia dalam bagaimana membuat konten edukasi yang menyenangkan dan engaging.

TikTok sudah tersedia di 150 negara dan wilayah, dengan 75 bahasa. Di Indonesia, rata-rata pengguna menonton lebih dari 100 video sehari, dengan rerata membuka aplikasi 5 kali sehari. Kemudian, dari jenis konten yang tersedia, komedi, edukasi, vlog, fesyen, talent yang paling populer saat ini di antara para pengguna.

Demi memastikan kredibilitas konten, para pengguna bisa memanfaatkan panduan komunitas yang di dalamnya terdapat fitur pelaporan langsung terhadap konten yang melanggar panduan komunitas. Tim TikTok juga memiliki tim yang bersiaga 24 jam untuk memastikan konten di dalam platformnya aman dan tidak menyalahi panduan komunitas.

Baca juga: Kolaborasi IGI dan TikTok buat buku panduan digitalisasi pendidikan

Baca juga: TikTok edukasi banyak diminati hingga Zoom bisa buat wajah lebih tua

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar