Mataram (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi mengaku merupakan salah seorang mantan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Waktu belajar di Kairo saya bekerja menerjemahkan berita dan tulisan dari media berbahasa Arab ke bahasa Indonesia dan saya digaji sebanding dengan enam juta rupiah," kata Gubernur dalam pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Kantor Gubernur, Mataram, Jumat.

Pertemuan diselenggarakan dalam rangkaian safari Ramadhan III BNP2TKI ke Sumsel, Lampung, Banten, dan NTB 19-29 Agustus 2010.

Pengakuan Majdi itu disampaikan setelah dia menerima buku yang diterbitkan BNP2TKI berjudul "100 TKI Sukses" dari Jumhur.

"Kalau begitu Pak Gubernur TKI sukses yang ke-101," kata Jumhur disambut tepuk tangan hadirin dari jajaran pemerintah provinsi, kalangan akademisi, dan instansi terkait urusan TKI.

Gubernur menegaskan bahwa menjadi TKI merupakan alternatif di tengah keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri terutama di NTB.

"Saya tidak bisa melarang warga NTB yang ingin bekerja di luar negeri untuk mendapat penghidupan yang lebih baik," katanya.

Ia yang pernah menerima penghargaan Setya Lencana dari pemerintah pusat atas prakarsanya dalam meningkatkan kualitas urusan TKI itu menyatakan kepeduliannya untuk terus memperbaiki penempatan dan perlindungan TKI.
(B009/Y003)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010