Olimpiade

Olimpiade kian dekat, KOI peringatkan cabang olahraga soal prokes

Olimpiade kian dekat, KOI peringatkan cabang olahraga soal prokes

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memberi keterangan di sela temu media yang digagas Kemenpora di Jakarta, Selasa (4/5/2021). Antara/Bayu Kuncahyo

Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memberikan peringatan keras kepada pengurus cabang olahraga untuk memantau ketat aktivitas atlet, pelatih, dan ofisial yang akan berangkat ke Olimpiade Tokyo, mengingat pesta olahraga terbesar sejagad itu akan bergulir 20 hari lagi.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari bahkan memperingatkan bahwa siapa pun yang kedapatan terindikasi positif COVID-19 tak akan diberangkatkan ke Tokyo.

“Ancaman COVID-19 nyata. Lihat sekitar kita, saudara dan kerabat banyak yang terinfeksi dan meninggal. Olimpiade tinggal tiga pekan lagi dan KOI memberi ultimatum keras bahwa semua yang terlibat di Olimpiade harus dipantau intensif. Jangan sampai ada yang terpapar COVID-19 dan batal berangkat,” kata Oktohari dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Pria yang akrab disapa Okto itu menambahkan seluruh atlet, pelatih, ofisial harus menjaga diri agar tidak terpapar COVID-19 karena panitia penyelenggara Olimpiade (TOCOG) mempunyai aturan ketat untuk seluruh kontingen yang datang ke Tokyo.

Baca juga: KOI jamin pelatnas Olimpiade tetap berjalan selama PPKM Darurat
Baca juga: CdM minta atlet perketat prokes jelang Olimpiade Tokyo


Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono menjelaskan panitia juga bakal menerapkan regulasi karantina yang berbeda-beda berdasarkan tingkat kasus COVID-19 di negara peserta. Indonesia masuk Grup II bersama Bangladesh, Mesir, Malaysia, Uganda, dan Inggris.

“Itu informasi non-official karena kami belum menerima surat resmi TOCOG. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah klasifikasi regulasi karantina ini fluktuatif, sehingga kami berharap PPKM Darurat Jakarta-Bali yang diterapkan pemerintah bisa membuat kasus turun dan Indonesia tak lagi berada di Grup II seperti Vietnam,” ujar Ferry.

Sementara saat penyelenggaraan, semua yang terlibat akan dilakukan tes saliva selama tiga hari pertama sejak kedatangan di Jepang. Setelahnya TOCOG juga memberlakukan tes rutin dengan durasi ditentukan sesuai dengan perannya masing-masing.

Indonesia akan memberangkatkan 28+1 atlet yang akan tampil pada delapan cabang olahraga, yakni bulu tangkis (11), panahan (4), menembak (1), rowing (2), angkat besi (5), renang (2), atletik (2), dan surfing (1+1 atlet cadangan).

Baca juga: Indonesia kirim 28 atlet ke Olimpiade Tokyo
Baca juga: Presiden Jokowi diharapkan hadir di pelepasan atlet ke Olimpiade Tokyo
Baca juga: Indonesia yakin Jepang mampu gelar Olimpiade dengan aman


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar