Anak wajib berolahraga 60 menit setiap hari

Anak wajib berolahraga 60 menit setiap hari

Ilustrasi aktivitas fisik pada anak (ANTARA/Shutterstock)

Untuk tulang dan otot bisa dengan melempar bola, menendang, melompat. Itu bisa dikombinasi
Jakarta (ANTARA) - Olahraga tak hanya berfungsi untuk menyehatkan tubuh, namun juga berguna untuk pertumbuhan otot dan tulang. Oleh karenanya, seorang anak dianjurkan untuk melakukan olahraga 60 menit setiap hari.

Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan olahraga 60 menit per hari merupakan anjuran yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO untuk anak usia 6-12 tahun.

Olahraga ini tidak boleh sembarangan, namun harus seimbang antara aktivitas untuk fisik seperti aerobik, tulang, dan otot.

"60 menit itu dibagi untuk aerobik, untuk tulang, dan untuk otot. Aerobik itu seperti senam, jogging, lari, bersepeda, tapi karena pandemi bisa jalan di tempat atau lari di tempat," kata dr. Rita dalam bincang-bincang "Edukasi Olahraga dan Nutrisi Online" pada Rabu.

Baca juga: Prinsip 5201 untuk cegah diabetes pada anak

"Untuk tulang dan otot bisa dengan melempar bola, menendang, melompat. Itu bisa dikombinasi," lanjut peraih gelar Doktor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia itu.

Untuk menciptakan perilaku sadar olahraga pada anak, harus dimulai dari orangtua terlebih dulu dengan memberikan contoh nyata. Misalnya, orangtua menyediakan waktu khusus untuk bersama-sama berolahraga dan bukan hanya sekadar memberikan perintah.

"Orangtua juga harus memberi tahu alasan kenapa anak harus bergerak, jangan cuma nyuruh tapi orangtuanya cuma duduk aja. Dia harus tahu alasan yang kuat untuk membuat perilaku olahraga," ujar dr. Rita.

Hal kedua yang harus dilakukan orangtua untuk membangun perilaku sadar olahraga adalah dengan menyediakan ruangan atau tempat khusus dan waktu untuk anak. Jika memungkinkan, belilah peralatan untuk berolahraga seperti bola dan lainnya.

"Kalau sudah rutin dilakukan enggak perlu disuruh lagi. Ketiga, cari tahu anak senangnya apa, senangnya gerakan yang mana dan kita beri contoh setelah itu kuatkan dengan pujian dan konsistennya. Kata kuncinya orangtua harus ikut," ujar dr. Rita.

Baca juga: Olahraga bisa tingkatkan kapasitas kognitif anak

Baca juga: Mengapa anak muda bisa kena diabetes?

Baca juga: Donna Agnesia arahkan anak untuk mencintai olahraga dan seni

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Bandung dukung inovasi produk olahraga lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar