Atlet DKI jalani TC sistem karantina guna hadapi PON XX

Atlet DKI jalani TC sistem karantina guna hadapi PON XX

Atlet dayung PON DKI Jakarta berlatih di arena dayung Jakabaring Sport CIty (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/7/2021). Tim Dayung DKI Jakarta menargetkan perolehan medali pada ajang PON XX di Papua sebanyak empat medali emas untuk nomor Rowing dan Canoe. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

Jakarta (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menggelar pusat pelatihan atau "training camp" (TC) dengan sistem karantina (bubble) bagi atlet guna persiapan menghadapi PON ke-20 di Papua pada Oktober 2021 mendatang.

Baca juga: KONI DKI nilai Papua siap jadi tuan rumah PON XX

"Kami buka Pelatda dengan sistem bubble, artinya mereka dikarantina tidak boleh bercampur dengan orang lain, khusus di fasilitas yang tertutup," kata Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Djamran pada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Djamran mengatakan TC terpadu tersebut dilakukan oleh KONI DKI di fasilitas milik pemerintah provinsi, yakni Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta di Ragunan mulai Rabu ini hingga Kamis (5/8).

Djamran menyebut akan ada sekitar 290 atlet dari sekitar 30 cabang olahraga (sisanya Pelatda di luar daerah) yang diasramakan di Ragunan dengan penerapan protokol kesehatan ketat hingga pemberangkatan ke Papua untuk bertanding pada ajang PON.

"Jadi sejak awal, sebelum masuk ke fasilitas kami lakukan tes PCR dahulu, dan sebelum masuk ke asramanya dilakukan SWAB Antigen, setelah dinyatakan negatif baru masuk," ujar Djamran.

Selama menjalani karantina di PPOP Ragunan, kata Djamran, para atlet tidak diperkenankan pulang dan bertemu orang luar, bahkan pengurus KONI pun jika masuk ke lingkungan PPOP Ragunan diharuskan melakukan tes usap antigen yang dinyatakan negatif.

Baca juga: KONI DKI siapkan 750 atlet menuju PON XX Papua

Pagelaran Pelatda ini menurut Djamran, setelah pihak KONI DKI mengevaluasi terhadap program latihan mandiri para atlet selama periode pandemi COVID-19 sejak 2020 lalu.

Saat dilakukan evaluasi, analisa performa, dan fisik pada para atlet pada Juni 2021 lalu, tambah Djamran, pihak KONI memutuskan untuk kembali melakukan pemusatan latihan.

"Setelah kami analisis, terjadi penurunan performa, fisik sekitar 50 persen dan berat badan yang tidak terkontrol ini bagi kami luar biasa. Untungnya kami tahu lebih awal, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan Pelatda terpusat, masih ada waktu hampir dua bulan mudah-mudahan bisa sesuai dengan yang kami harapkan," ucap Djamran.

PON ke-20 akan dilaksanakan di Provinsi Papua tersebar pada empat Kabupaten/Kota, yakni Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke mulai 2-15 Oktober 2021 dengan mempertandingkan 37 cabang olah raga.

Awalnya, PON XX yang akan diikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI itu sedianya digelar pada Oktober 2020 tapi kemudian diputuskan ditunda karena pandemi COVID-19.

Baca juga: KONI Jakarta optimalkan anggaran incar juara umum PON 2020

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies lepas kontingen DKI Jakarta bertanding ke PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar