London (ANTARA News) - Putri Pariwisata Indonesia Natasha Sutadisastra menjadi duta bangsa di Bursa Pariwisata Dunia (WTM) London yang berlangsung di gedung Excel Centre London 8-11 November 2010.

Setiap kali tampil, Natasha yang mengenakan busana daerah baik yang modern maupun hasil modifikasi itu mendapat banyak pertanyaan mengenai berbagai obyek wisata yang ada di Indonesia.

"Banyak (pengunjung) yang bertanya mengenai berbagai hal mulai dari obyek wisata sampai binatang Komodo, bahkan ada yang menawarkan bila ia ingin mencari suami," ujar Natasha kepada koresponden ANTARA London disela tugasnya menjadi duta bangsa di pavilion Indonesia, Rabu.

Menjadi Putri Pariwisata dan dikirim ke luar negeri sebagai duta bangsa merupakan keinginan gadis kelahiran Jakarta, 27 Desember 1985 dan putri Hussein Sutadisastra itu.

"Saya senang bisa menceritakan berbagai hal mengenai Indonesia," ujar Natasha yang ikut dalam acara reality show di televisi bersama sang ayahanda.

Sementara itu Kasubdit Wilayah Eropa, Direktorat Promosi Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jordi Paliama, mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sangat mendukung ajang pemilihan putri pariwisata.

Jordi mengatakan bahwa kehadiran Putri Pariwisata di berbagai event di manca Negara seperti WTM London, sangat mendukung kegiatan promosi pariwisata di luar negeri.

Menurut dia, menilai kegiatan pemilihan putri pariwisata yang diadakan setiap tahun, dinilai bagus dalam pelaksanaan karena memang bertujuan sebagai ajang bagi generasi muda untuk lebih memahami masalah pembangunan pariwisata.

"Putri Pariwisata berhasil membangun citra pariwisata dan memiliki wawasan yang bagus karena menjangkau kalangan muda lainnya. Nilai-nilai ini penting bagi pembangunan pariwisata untuk dijual," ujarnya.

Menurut Jordi setiap tahun terdapat lebih dari 100 kegiatan pameran yang diikuti oleh kementerian pariwisata seperti pada WTM London, ITB Berlin. Putri pariwisata yang menjadi tenaga inti tampil di depan dalam menjelaskan berbagai obyek wisata Indonesia.(*)
(ZG/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010