Surabaya (ANTARA News) - Hartini, tenaga kerja wanita yang dikabarkan kerap mendapat siksaan dari majikannya di Oman, tiba di Bandara Juanda, Selasa sekitar pukul 23.00 WIB dengan Pesawat Lion Air JT-580.

Ibu tiga anak tersebut melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya dengan kendaraan carteran dan tiba sekitar tengah malam di Jalan Kalimas Hilir IB Gang Ponten, Nyamplungan, Surabaya.

"Syukurlah istri saya sudah pulang dan semuanya lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kepulangan istri saya," ujar suami Hartini, Busar (38), ketika ditemui di rumahnya.

Kedatangan Hartini disambut para tetanggaa yang sudah lama menunggu. Wanita berusia 37 tahun itu enggan berkomentar.

"Istri saya masih pusing karena baru perjalanan jauh dan melelahkan. Mungkin dia tidak mau komentar dulu karena capek. Maaf ya," tutur Busar kepada wartawan.

Hartini datang mengenakan pakaian terusan panjang warna kuning dan berkurudung dengan warna yang sama. Saat turun dari mobil, wajahnya selalu ditutupi oleh tas cokelat yang dibawanya.

Langkahnya sempat terhenti ketika pintu rumahnya yang hanya berukuran 3x1,5 meter tertutup dari dalam. Sekitar satu menit, Hartini hanya menyandarkan kepalanya di pintu hingga Putri, anak keduanya, keluar dan membukakan pintu. Hartini pun langsung masuk tanpa sepatah katapun.

Putri mengaku senang melihat ibunya kembali ke rumah. Ia dan adiknya, Muhammad Arif, mengaku sudah rindu dan sangat ingin bertemu ibunya.

"Pokoknya ibu jangan kembali ke luar negeri. Kalau bisa mencari kerja disini saja, tidak usah jauh-jauh," ucap bocah yang terpaksa putus sekolah karena tak memiliki biaya tersebut.
(ANT/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010