Paralimpiade Tokyo 2020

Perjuangan Saptoyogo di Paralimpiade Tokyo berlanjut di nomor 200m T37

Perjuangan Saptoyogo di Paralimpiade Tokyo berlanjut di nomor 200m T37

Arsip - Atlet para-atletik Indonesia Saptoyogo Purnomo menunjukkan medali perunggu setelah finis ketiga pada final nomor 100 meter putra T37 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Jumat (27/8/2021). (ANTARA/HO-NPC Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Perjuangan Saptoyogo Purnomo di Paralimpiade Tokyo 2020 berlanjut dengan turun pada cabang olahraga para-atletik nomor 200 meter putra T37 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Jumat (3/9).

Saptoyogo dijadwalkan tampil pada babak pertama heat satu pukul 18:12 WIB. Dia akan bersaing dengan lima peserta lainnya untuk bisa melaju ke final yang dijadwalkan satu hari setelahnya, pukul 08:27 WIB.

Pada lomba besok, Saptoyogo setidaknya harus finis di posisi tiga besar untuk mengamankan tiket babak berikutnya. Berdasarkan personal best yang tercantum di laman Paralimpiade Tokyo, Saptoyogo memiliki catatan waktu terbaik 23,53 detik.

Angka tersebut menempatkannya di posisi kelima dari enam peserta yang tampil di nomor 200 meter T37 babak pertama heat satu. Saptoyogo berada di bawah Viktor Antonio de Jesus (Brazil) yang menjadi peserta terbaik dengan catatan waktu 22,77 detik.

Baca juga: Saptoyogo sabet perunggu di nomor 100 meter
Baca juga: Saptoyogo tak menyangka raih medali perunggu


Sementara posisi kedua adalah Nick Mayhugh (Amerika Serikat) dengan 22,80 detik. Lalu Chermen Kobesov (Komite Paralimpiade Rusia) dengan 22,88 detik dan Charl du Toit (Afrika Selatan) dengan 23,03 detik.

Saptoyogo hanya berada satu tingkat di atas Yaroslav Okapinskyi (Ukraina) yang menempati posisi terakhir dengan 24,46 detik.

Meski dari entry time, Saptoyogo tak diuntungkan. Namun bukan tidak mungkin dia bisa kembali membuat kejutan.

Sebelumnya, Saptoyogo juga berhasil meraih perunggu pada nomor 100 meter T37 dengan catatan waktu 11,31 detik. Dia berada di belakang wakil Amerika Serikat Nick Mayhugh yang meraih emas dengan catatan waktu 10,95 detik.

Kemudian Andrei Vdovin (Rusia) yang meraih perak dengan catatan waktu 11,18 detik.

Hasil ini di luar dugaan. Sebab, sebelumnya Saptoyogo tak diunggulkan. Bahkan, sejak babak kualifikasi di heat satu.

Ketika itu merujuk entry time sebelum lomba, Saptoyogo memiliki catatan waktu terbaik yakni 11,46 detik. Dia berada di bawah Andrei Vdovin (11,19 detik) dan Christian Gabriel Luiz da Costa (11,29).

Namun saat lomba babak penyisihan, Saptoyogo justru menjadi yang terdepan dan melaju ke final hingga akhirnya meraih perunggu untuk Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Putri Aulia bangga bisa bersaing dengan para juara dunia
Baca juga: Setyo Budi peringkat ke-10 pada final lompat jauh putra
Baca juga: Famini pecahkan rekor pribadinya di Paralimpiade Tokyo


 

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar