Ambon (ANTARA News) - Aparat Brimob dan Samapta Polda Maluku masih berjaga-jaga di Ambon Plaza Kota Ambon menyusul bentrokan antara warga Desa Kailolo dan Pelauw di pusat pembelanjaan itu, Sabtu siang.

ANTARA Ambon Sabtu malam melaporkan, meski petugas polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi bentrok, tampak aktivitas warga sudah berjalan normal dan seolah tidak terpengaruh dengan insiden tersebut.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP. Didik Agung Widjanarko, belum bisa diminta konfirmasi mengenai kondisi terakhir karena masih berpatroli dengan anak buahnya, termasuk mengatur pengamanan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Polisi, menurut informasi, tengah berusaha meminimalisasi kemungkinan terjadinya bentrok susulan di kampung halaman warga dua desa itu, maupun di Kota Masohi ibukota Kabupaten Maluku Tengah seperti beberapa waktu lalu.

Bentrokan antarwarga dua desa di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di kawasan pusat perbelanjaan Ambon Plaza Kota Ambon itu telah menyebabkan empat orang terluka dan satu lainnya meninggal dunia terkena tembakan.

Empat orang yang terluka adalah Husein Tuanaya (28) yang terkena senjata tajam di bagian kiri kepala, dada kanan serta pinggang dan paha kiri, kemudian Rian Tuanaya terluka di kepala, Dahlan Usemahu terluka di lengan kiri, dan Humaidi Tuanani di telinga kanan.

Husein Tuanaya dan Rian Tuanaya sekarang dirawat di RS Sumber Hidup Ambon, sedangkan Dahlan dan Humaidi sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Korban meninggal dunia adalah Mohammad Josal Latuamury yang juga pegawai bagian teknik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Maluku. Ia tewas bukan di lokasi bentrokan, tetapi ketika tengah menumpang speedboat dari Desa Pelauw, Pulau Haruku menuju Desa Tulehu, Pulau Ambon.

Mohammad Josal tertembak Sabtu petang setelah berlibur di kampung halamannya di Desa Pelauw. Ia tewas terkena tembakan ketika tiga speedboat yang diduga berasal dari Desa Kailolo mengejar speedboat yang ditumpanginya.

Dalam kejar-kejaran itu, nahkoda speedboat yang ditumpangi korban mencoba mendarat di dermaga Feri Hunimua karena dilempari bom rakitan dan dihujani serentetan tembakan.

Korban tewas di tempat kejadian setelah peluru menembus dada kiri, dada kanan, dan kaki kirinya.

Rentetan tembakan dari arah speedboat yang mengejarnya itu juga mengenai kaki kiri salah seorang pegawai PT ASDP yang bertugas di dermaga Hunimua.

Kapolsek Salahutu, AKP Farauk Uluputty, ketika dikonfirmasi membenarkan mengenai tewasnya Mohammad Josal. Jenazah Josal kini masih disemayamkan di RSU Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

Ketegangan dan bentrok antara warga dua desa itu diduga dipicu oleh dendam lama karena kedua pihak pernah terlibat pertikaian sebelumnya di Pulau Haruku, maupun di Kota Masohi.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009