Batam (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, membenarkan seorang perempuan berkebangsaan Indonesia bernama Ruliyawati, asal Kendal, Jawa Tengah, tewas dalam kasus pembunuhan di rumah susun Blok 686B Woodlands Drive 73, Singapura, Senin.

"Jenazah masih dalam proses `visum et repertum`. Kami akan memfasilitasi pemulangan kepada keluarga secepatnya," kata Emil Harry Dewantara, sekretaris III Fungsi Pelayanan dan Perlindungan Warga pada KBRI di Singapura, Selasa malam.

Ruliyawati, kelahiran 1 April 1981, warga Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 2007 dan 2008 pernah bekerja di Singapura sebagai penata laksana (pembantu) rumah tangga.

Kedutaan, kata Emil, pun telah menghubungi PT Jasa Putra Jaya yang berkedudukan di Jawa Tengah, perantara penempatan Ruliyawati bekerja pada keluargai Yang Yuan Yu di lantai enam dari rumah susun Blok 686B Woodlands Drive 73 yang berlantai 15, sejak Juli 2010.

Bercat darah di tangki dan pada lantai menuju atap blok itu, serta kesaksian beberapa orang di lantai puncak yang mendengar teriakan pertengkaran di pagi hari, namun waktu pasti kematian korban masih simpang siur.

Di berita channelnewsasia.com disebutkan Ruliyawati sudah tewas ketika ditemukan polisi di tangki air pada pukul 10.00 waktu Singapura, tetapi diberita yang sama mengutip pernyataan lain bahwa ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Emil mengatakan, pada sekitar pukul 07.00 waktu Singapura, pihak majikan mencari Ruliyawati, sementara beberapa warga pada waktu itu juga terperanjat sebab warna air dari kran kekuning-kuningan.

Beberapa warga mendapati ada ceceran darah dari lantai tangga menuju atap blok hingga menemukan korban di dalam tanki air, dan seorang pria Bangladesh berada di dekat tangki tersebut, kata Emil.

Aparat kepolisian yang dilapori, tiba sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Kepolisian Singapura telah menangkap seorang pria Bangladesh berusia sekitar 27 tahun terkait peristiwa itu.

Emil menjelaskan pengusutan perkara pidana sepenuhnya menjadi wewenang kepolisian Singapura dan KBRI akan terus mengikuti perkembangan penyidikan hingga proses pengadilan kasus tersebut.

Beberapa waktu lalu, katanya, majikan korban telah minta pengelola blok supaya memindahkan seorang pembantu kebersihan gedung berkebangsaan Bangladesh.

Pria itu, kata Emil, dijumpai beberapa warga tengah berada di dekat tangki air, tempat Ruliyawati ditemukan.

Blok rumah susun itu dilengkapi dengan delapan tangki air.

Kejadian tersebut menyebabkan aparat air bersih Singapura menguras, membersihan dan menyeterilkan tangki dan pipa pengalur ke rumah-rumah warga dari sore hingga malam, dan sementara menyalurkan air bersih untuk warga setempat dengan mobil tangki.(*)
(A013/ANT)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011