akan menyentuh dan merangkul setiap RT, RW dan tokoh masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Jajaran Polsek Palmerah menggandeng warga dan beberapa tokoh masyarakat setempat untuk mencegah aksi tawuran pelajar di daerah itu karena makin marak sejak pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan.

"Kami akan menyentuh dan merangkul setiap RT, RW dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi warga agar tidak melakukan tawuran," kata Kapolsek Palmerah Kompol Dodi Abdulrohim saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Dodi, merangkul warga dan tokoh masyarakat merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan bahaya tawuran.

Tidak sampai di situ saja, pihaknya juga akan menyambangi beberapa sekolah untuk mengedukasi siswa akan bahaya tawuran.

Terkait pengamanan, pihaknya juga telah menyebar petugas patroli di beberapa titik rawan guna mengantisipasi adanya tawuran.

Dari data yang dimiliki Dodi, setidaknya ada tiga titik rawan tawuran yang menjadi perhatiannya.

"Memang kebanyakan di Jatipulo, kemudian Jalan Baru dan Kemanggisan itu ada beberapa titik yang sering tawuran," kata dia.

Dengan adanya upaya tersebut, pihaknya berharap jumlah kasus tawuran dapat ditekan.

Baca juga: Polisi tangkap dua pelajar diduga ingin tawuran di Kalideres
Baca juga: Polisi tangkap 22 pelajar yang terlibat tawuran di Kebon Jeruk

 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2022