counter

"Seabad pemugaran Borobudur" ajak masyarakat hargai sejarah

"Seabad pemugaran Borobudur" ajak masyarakat hargai sejarah

Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang, Jateng. (FOTO.ANTARA)

Semarang (ANTARA News) - Pameran bertajuk "Satu Abad Pemugaran Borobudur" di Plasa Simpang Lima Semarang, 13-17 Oktober 2011, bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan memelihara peninggalan sejarah, khususnya Candi Borobudur.

"Selain untuk menarik minat wisatawan datang ke Candi Borobudur, pameran ini juga memberikan informasi pada anak-anak khususnya mengenai seni tradisional dan budaya," kata Kepala Bagian Promosi Plasa Simpang Lima Sahari di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan, pameran ini diisi dengan maket pemugaran Candi Borobudur, pemutaran film dokumenter tiga dimensi sebelum dan saat pemugaran, pernak-pernik yang dibuat dari abu erupsi Gunung Merapi, dan pameran batik.

Ia mengatakan, pihaknya menerima tawaran kerja sama dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) untuk mengadakan pameran ini karena selama ini masyarakat banyak melewatkan informasi terkini mengenai Candi Borobudur, terutama setelah pemugaran.

"Dengan pameran ini diharapkan masyarakat lebih mencintai benda-benda peninggalan seperti Candi Borobudur dengan tidak melakuakn perusakan seperti mencorat-coret bangunan candi," ujarnya.

Menurut dia, setelah pemugaran, Candi Borobudur memiliki beberapa kelebihan yang mungkin masyarakat belum tahu.

"Setelah dipugar, Candi Borobudur memiliki beberapa hal menarik, salah satunya adalah patung yang dibuat dari abu Merapi dan kemudian dijadikan cinderamata," katanya.

Salah seorang tim kreatif Plasa Simpang Lima Wisnu menambahkan Kota Semarang merupakan kota pertama tempat diadakan pameran ini.

"Pameran serupa selanjutnya akan digelar di Kota Solo dan ditutup dengan pameran besar-besaran di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah," ujarnya.

Pimpinan "BE Production" selaku pelaksana pameran Ken Suratminto mengatakan pihaknya bergabung dengan pameran ini karena masih banyak wisatawan, khususnya wisatawan asing yang belum mengerti seluk-beluk Candi Borobudur.

"Pameran ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Candi Borobudur, terutama mengenai asal usul dan letak Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, bukan di Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.

(U.KR-WSN/N002)

Makna sakral lampion api Waisak

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar