London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (18/5/2022), menghentikan reli selama tiga hari berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London jatuh 1,07 persen atau 80,26 poin, menjadi menetap di 7.438,09 poin.

Indeks FTSE 100 bertambah 0,72 persen atau 53,55 poin menjadi 7.518,35 poin pada Selasa (17/5/2022), setelah terkerek 0,63 persen atau 46,65 poin menjadi 7.464,80 poin pada Senin (16/5/2022), dan melonjak 2,55 persen atau 184,81 poin menjadi 7.418,15 poin pada Jumat (13/5/2022).

Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 12,59 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan yang mendistribusikan berbagai macam produk konsumen ritel Inggris Ocado Group PLC yang anjlok 9,05 persen, serta perusahaan pelaporan kredit konsumen multinasional Amerika-Irlandia Experian kehilangan 5,26 persen.

Sementara itu, Rolls-Royce Holdings PLC, sebuah kelompok perusahaan produsen turbin gas aero, kelautan, dan industri untuk pesawat sipil dan militer melonjak 4,40 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan pengembang dan investasi properti terbesar di Inggris British Land Company PLC yang terangkat 3,12 persen, serta perusahaan energi multinasional Inggris SSE PLC menguat 2,10 persen.

Baca juga: Saham Prancis berakhir negatif, indeks CAC 40 tergelincir 1,20 persen
Baca juga: Saham Jerman berbalik melemah, indeks DAX 40 terpangkas 1,26 persen
Baca juga: IHSG ditutup menguat hingga 148,95 poin, dipimpin saham teknologi

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2022