Jakarta (ANTARA News) - Asisten Menlu Amerika Serikat untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, Christopher Hill, mengatakan ia belum mengetahui program Menlu Amerika Serikat, Condoleezza Rice, selama kunjungannya ke Indonesia pertengahan Maret mendatang, namun kunjungan itu menandakan hubungan kedua negara semakin baik. "Saya akan bertemu beliau (Rice) hari Senin untuk membicarakan program-program di Jakarta. Saya perkirakan isu-isu regional, termasuk ASEAN, akan dibicarakan. Amerika Serikat punya hubungan sangat baik dengan Indonesia dan kita membicarakan tidak hanya isu bilateral dan regional, tapi juga internasional," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat. Hill menyebut hubungan kedua negara sangat baik dan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Amerika Serikat Mei tahun lalu merupakan perkembangan yang sangat penting dalam hubungan bilateral itu. "Kunjungan Rice pun tetap berada dalam bingkai hubungan bilateral yang semakin tumbuh baik ini," katanya. Rice sempat dijadwalkan mengunjungi Indonesia dan Australia pada 7-12 Januari lalu namun rencana kunjungan itu ditunda akibat situasi genting di kawasan Timur Tengah menyusul sakitnya Perdana Menteri Israel Ariel Sharon. "Rice telah tiga kali ke Asia dalam tujuh bulan terakhir. Dia tidak mengabaikan Asia. Sungguh dia merencanakan kunjungan ke Indonesia dan Australia. Namun karena masa sulit di Timur Tengah ketika Sharon terkena serangan `stroke`. Kemudian dia menjadwal kembali rencana kunjungannya itu. dia akan datang minggu depan," katanya. Selama kunjungan itu, Rice akan mengadakan pertemuan-pertemuan yang mendalam dengan pejabat senior Indonesia, katanya. Menjawab pertanyaan tentang adanya sejumlah lembaga swadaya masyarakat di AS yang tidak setuju dengan pemulihan bantuan bagi program IMET (International Military, Education and Training) bagi para perwira TNI, Hill mengatakan justru Washington sangat puas dengan pendekatan TNI terkait dengan reformasi TNI. "Saya hari ini bertemu dengan Menhan Juwono Sudarsono. Kami yakin TNI akan melanjutkan reformasi internalnya. Dan kami ingin membantu proses ini," katanya. Adanya isu pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oknum TNI di masa lalu, Hill mengatakan, justru isu itu terkait erat dengan reformasi TNI dan transparansi pemerintah Indonesia serta TNI. "Dan kami ingin mendukung reformasi TNI itu," katanya menambahkan. Dalam konferensi pers tentang hasil kunjungan seharinya di Jakarta itu, Hill juga menyinggung sambutan baik AS atas upaya berbagai pihak, termasuk Indonesia, membantu menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara (Korut) dan mengembalikan Pyongyang ke meja perundingan enam negara. "Saya menyambut upaya siapa pun untuk membantu Korea Utara kembali ke perundingan enam pihak sebagai cara terbaik menyelesaikan isu itu (nuklir). Saya khawatir atas terbuangnya waktu pada tahap ini karena Korea Utara masih belum menyepakati tanggal dimulainya kembali (perundingan)," katanya. Ia pun menanggapi isu Myanmar. Hill menggambarkan situasi di negara yang disebutnya "Burma" itu sebagai "situasi yang sulit" dengan mengatakan, masalah "Burma" telah melintasi batas negara itu. "Saya pikir kita semua khawatir dengan arah yang sedang diambil Burma," katanya. Di saat banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus bergerak maju dengan pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan yang efektif, Myanmar justru bergerak ke "arah yang berlawanan", kata Hill. Dalam kunjungan seharinya di Jakarta itu, Hill mengatakan, selain masalah regional dan internasional, ia pun membahas isu-isu bilateral dengan beberapa pejabat Indonesia, termasuk menteri keuangan, menteri luar negeri dan menteri pertahanan. Misi kunjungannya ke Jakarta adalah untuk mendukung proses demokrasi dan pembangunan ekonomi Indonesia, katanya. Di sela kunjungan itu, Hill sempat bertemu dengan sejumlah pengusaha Amerika Serikat guna membahas kasus Blok Cepu dan PT.Freeport Indonesia. Ia mengatakan, dirinya akan kembali ke Jakarta untuk mengikuti kunjungan Menlu AS, Condoleezza Rice, pertengahan Maret ini. Hill yang tiba Kamis malam, menurut Atase Pers Kedubes AS Max Kwok, bertolak ke Amerika Serikat Jumat malam.(*)

Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2006