Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menempatkan 8.392 kepala keluarga transmigran selama 2011, sedangkan pada 2012 pengiriman transmigran diproyeksikan mencapai 9.500 KK.

Kemnakertrans juga membangun infrastruktur jalan sepanjang 321,21 kilometer dan memperbaiki 236,99 kilometer jalan di kawasan transmigrasi yang tersebar di 19 Provinsi dan 35 Kabupaten kota, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemnakertrans, Jakarta, Kamis.

"Kemnakertrans terus membangun sarana dan prasarana pendukung pertanian yang berada di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya percepatan pembangunan nasional, perkembangan pembangunan daerah dan penyiapan sumber daya manusia yang handal," katanya.

Pembangunan fasilitas juga dilakukan untuk rumah dan jamban keluarga sebanyak 5.358 unit yang dilengkapi dengan 1.392 unit sarana air bersih yang bisa menghasilkan 66, 4 juta liter air.

Pembangunan energi listrik terbarukan telah menghasilkan 11.900 watt yang tersebar di 8 provinsi dan 11 kabupaten/kota.

Anggaran bidang ketransmigrasian 2011 dari anggaran DIPA sebesar Rp1,4 trilun yang terbagi ke Direktorat Jenderal P2Ktrans sebanyak Rp683,253 miliar dan P2MKT sebanyak Rp724,133 miliar.

Menakertrans mengatakan sudah saatnya program transmigrasi menjadi salah satu prioritas bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani masalah kemiskinan dan pengangguran serta memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.

"Langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mewujudkan melengkapi infrastruktur serta pembinaan dan mengembangkan permukiman transmigrasi. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah dan akan berdampak mengalirnya arus investasi ke daerah dan menggerakkan ekonomi wilayah, penciptaan lapangan kerja baru," kata Muhaimin.

Dukungan bagi pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi diharapkan dapat mendorong perkembangannya menjadi pusat perekonomian baru, pusat administrasi pemerintahan dan memacu percepatan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Muhaimin mengatakan pemerintah melakukan perubahan orientasi dalam pelaksanaan program penempatan transmigrasi dimana pendekatan tidak lagi mengutamakan besarnya jumlah penempatan transmigan, melainkan lebih ditekankan pada kualitas dan kapasitas calon transmigran.

"Calon transmigran harus dipersiapkan secara matang sehingga memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, sikap mental, berdaya saing, maju dan mandiri sehingga bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik," kata Muhaimin.
(T.A043/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012